HOME  ⁄  Ekonomi

LPS Ajak Generasi Muda Bijak Kelola Keuangan agar Tak Terjebak Tren Konsumtif di Era Digital

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

LPS Ajak Generasi Muda Bijak Kelola Keuangan agar Tak Terjebak Tren Konsumtif di Era Digital
Foto: (Sumber :Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar.ANTARA/HO-Unhas.)

Pantau - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengajak generasi muda untuk lebih bijak mengelola keuangan di tengah pesatnya perkembangan digital dan maraknya fenomena sosial yang dapat memengaruhi keputusan finansial secara tidak rasional.

Literasi Keuangan Dinilai Perlu Diperkuat

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menyampaikan ajakan tersebut dalam kuliah umum bertema “Kesadaran Finansial: Fondasi Integritas dan Kesadaran Kemandirian Generasi Muda” di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Ia mengungkapkan, “Dorongan mengikuti tren, menjaga gengsi, maupun gaya hidup tertentu sering membuat seseorang mengabaikan kemampuan finansialnya. Akibatnya, berbagai instrumen pembiayaan konsumtif jadi pilihan instan untuk memenuhi keinginan jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.”

Menurut Farid, fenomena seperti fear of missing out (FOMO), you only live once (YOLO), dan fear of other people's opinion (FOPO) menjadi faktor yang kerap memengaruhi perilaku keuangan generasi muda.

Waspadai Penggunaan Pinjaman Daring dan Paylater

Farid menjelaskan tingginya penggunaan layanan pinjaman daring oleh kelompok usia muda yang mencapai sekitar 60 persen menunjukkan pentingnya peningkatan literasi dan kesadaran finansial sejak dini.

Ia mengatakan, “Diskon, fasilitas paylater, dan berbagai bentuk cicilan yang tersedia saat ini menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan mengendalikan diri dan menentukan prioritas.”

LPS menilai tantangan utama dalam pengelolaan keuangan bukan hanya besarnya pendapatan, tetapi kemampuan seseorang mengendalikan keinginan agar tidak terjebak pada pembiayaan konsumtif yang berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang.

Penulis :
Ahmad Yusuf