
Pantau - Hong Kong berhasil menggeser Swiss sebagai pusat pengelolaan kekayaan lintas perbatasan terbesar di dunia pada 2025 setelah nilai aset cross-border wealth mencapai 2,95 triliun dolar AS atau meningkat 10,7 persen, lebih cepat sekitar dua tahun dari proyeksi pasar.
Pertumbuhan Didorong Arus Dana dan Pasar Keuangan
Kenaikan tersebut didukung arus dana dari China Daratan, penguatan pasar saham, serta tingginya aktivitas Initial Public Offering (IPO) yang memperkuat posisi Hong Kong di sektor keuangan global.
Associate Professor Keuangan Sekolah Bisnis Universitas Hong Kong, Liu Yang, mengatakan keunggulan investasi di wilayah tersebut semakin menarik investor di tengah ketidakpastian geopolitik.
Ia mengungkapkan bahwa lingkungan investasi yang aman, akses ke pasar global, dan beragam pilihan investasi mendorong banyak investor kaya di Asia memindahkan kembali aset mereka ke Hong Kong.
Data setempat juga menunjukkan lebih dari 3.380 single-family office beroperasi di Hong Kong hingga akhir 2025 atau meningkat lebih dari 25 persen dalam dua tahun terakhir.
Prospek Tetap Kuat hingga 2030
Per akhir April 2026, Hong Kong telah menerima hampir 3.600 permohonan melalui New Capital Investment Entrant Scheme yang diperkirakan membawa investasi sekitar 108 miliar dolar Hong Kong.
Pemimpin Deloitte China Tax & Business Advisory Hong Kong, Anthony Lau, mengatakan klien luar negeri cenderung memperluas bisnis keluarga mereka di Hong Kong setelah mendirikan family office di wilayah tersebut.
Laporan Boston Consulting Group memproyeksikan kekayaan lintas perbatasan Hong Kong akan tumbuh sekitar 9 persen per tahun hingga 2030, lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan Swiss sekitar 6 persen per tahun.
Analis juga menilai perpindahan kekayaan global senilai sekitar 83 triliun dolar AS dalam tiga dekade mendatang akan semakin memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat pengelolaan kekayaan dan perencanaan suksesi.
- Penulis :
- Aditya Yohan





