HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Kota Palu Menilai Pesta Wirausaha 2026 Mendorong UMKM Naik Kelas dan Tingkatkan Daya Saing

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Kota Palu Menilai Pesta Wirausaha 2026 Mendorong UMKM Naik Kelas dan Tingkatkan Daya Saing
Foto: Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin memukul gong sebagai tanda pembukaan Pesta Wirausaha Palu (PWP) 2026 yang dilaksanakan Komunitas TDA Palu, Sabtu 13/6/2026 (sumber: Humas Pemkot Palu)

Pantau - Pemerintah Kota Palu menyatakan Pesta Wirausaha Palu 2026 menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penguatan bisnis, inovasi, serta transformasi menuju usaha yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Tangan Di Atas di Palu tersebut diikuti sekitar 400 peserta yang berasal dari pelaku UMKM, komunitas bisnis, dan generasi muda yang tertarik mengembangkan kewirausahaan.

Wakil Wali Kota Soroti Peran Strategis UMKM

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin mengatakan pesta wirausaha memberikan dampak positif terhadap penguatan bisnis pelaku UMKM di daerah.

“Efeknya sangat positif untuk penguatan bisnis, supaya daya saing UMKM di Kota Palu semakin meningkat,” ungkapnya.

Menurut Imelda, sektor UMKM merupakan salah satu penopang ketahanan ekonomi daerah yang telah membuktikan ketangguhannya saat ekonomi nasional mengalami krisis pada 1998 dan terus berkembang hingga sekarang.

Ia juga menilai Pesta Wirausaha Palu 2026 yang mengusung tema Local to the Next Level memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM.

“Saya berangkat dari seorang wirausahawan juga. Pengusaha UMKM adalah penggerak roda ekonomi, Saat Kota Palu mengalami bencana, para pelaku UMKM tetap eksis. Ketika pandemi COVID-19 melanda, UMKM juga mampu bertahan dan terus bergerak,” ujarnya.

Pemkot Dorong Transformasi dan Pendampingan Pelaku Usaha

Imelda mendorong pelaku UMKM melakukan transformasi dari pola usaha konvensional menuju model bisnis yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan inovasi serta teknologi.

“Di era kekinian sudah seharusnya usaha mikro naik level. UMKM yang naik kelas manfaatnya jauh lebih luas, tentu pendapatannya juga akan meningkat. Inovasi dan kerja keras menjadi dasar menuju keberhasilan, termasuk pemanfaatan teknologi,” katanya.

Ia menekankan pentingnya legalitas usaha dan standardisasi produk sebagai langkah awal agar UMKM dapat berkembang lebih jauh serta meningkatkan kepercayaan konsumen melalui dukungan label halal dan izin usaha yang jelas.

“Kadang orang melihat bukan hanya isi produknya, tetapi juga kemasannya. Artinya UMKM harus berani menembus pasar lebih luas. Pemkot Palu telah menyiapkan satu wadah melalui inkubator bisnis guna mempertemukan pelaku usaha dan pasar,” tuturnya.

Pemerintah Kota Palu juga meminta Komunitas Tangan Di Atas memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM yang mencakup aspek pengemasan produk, pemasaran, legalitas usaha, hingga pengembangan kapasitas bisnis.

Penulis :
Leon Weldrick