HOME  ⁄  Ekonomi

Realisasi KUR di Kalimantan Selatan Mencapai Rp2,69 Triliun pada Semester I 2026, Sektor Pertanian Mendominasi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Realisasi KUR di Kalimantan Selatan Mencapai Rp2,69 Triliun pada Semester I 2026, Sektor Pertanian Mendominasi
Foto: Kepala Kanwil DJPb Kalsel Catur Ariyanto Widodo memaparkan realisasi penyaluran pembiayaan KUR dan UMi di Provinsi Kalsel per Juni 2026 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis 30/7/2026 (sumber: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

Pantau - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan mencapai sekitar Rp2,69 triliun kepada 37.385 debitur selama semester I 2026 atau hingga 30 Juni 2026.

Kepala Kantor Wilayah DJPb Kalimantan Selatan Catur Ariyanto Widodo mengungkapkan, “Realisasi tersebut mencapai 43,04 persen dari total pagu Rp5,15 triliun. Capaian ini menunjukkan keberlanjutan dukungan pembiayaan pemerintah bagi penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.”

Total pagu penyaluran KUR di Kalimantan Selatan sepanjang 2026 mencapai Rp5,15 triliun.

Penyaluran KUR Didominasi Skema Mikro dan Sektor Pertanian

Berdasarkan data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan hingga 30 Juni 2026, penyaluran KUR konvensional mencapai Rp2,58 triliun atau setara 95,98 persen dari total realisasi.

Penyaluran KUR syariah mencapai Rp108,37 miliar atau setara 4,02 persen dari total realisasi.

Secara nasional, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-17 berdasarkan realisasi penyaluran KUR.

Di regional Kalimantan, Kalimantan Selatan menempati posisi kedua dalam realisasi penyaluran KUR.

Sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan KUR terbesar dengan nilai Rp948,52 miliar atau 35,22 persen dari total penyaluran kepada 16.383 debitur.

Berdasarkan skema pembiayaan, KUR Mikro menjadi yang paling dominan dengan realisasi Rp1,74 triliun atau 64,48 persen dari total penyaluran kepada 33.676 debitur.

Berdasarkan wilayah penyaluran, Kota Banjarmasin mencatat realisasi tertinggi sebesar Rp480,86 miliar kepada 5.275 debitur.

Kabupaten Tanah Bumbu berada di posisi kedua dengan penyaluran Rp348,33 miliar kepada 3.497 debitur.

Kabupaten Banjar menempati posisi ketiga dengan penyaluran Rp278,85 miliar kepada 4.416 debitur.

Berdasarkan lembaga penyalur, BRI menjadi penyalur terbesar dengan realisasi Rp1,80 triliun kepada 32.308 debitur.

Bank Mandiri menyalurkan Rp278,01 miliar kepada 2.232 debitur.

BNI menyalurkan Rp237,62 miliar kepada 778 debitur.

Penyaluran UMi Capai Rp30,95 Miliar

Selain KUR, DJPb Kalimantan Selatan juga mencatat realisasi pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp30,95 miliar kepada 5.547 debitur hingga semester I 2026.

Berdasarkan skema pembiayaan, UMi konvensional mencapai Rp5,38 miliar.

Skema UMi syariah mencapai Rp25,57 miliar.

Secara nasional, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-28 berdasarkan realisasi penyaluran UMi.

Di regional Kalimantan, Kalimantan Selatan berada di posisi ketiga.

Berdasarkan wilayah penyaluran, Kota Banjarmasin mencatat realisasi tertinggi sebesar Rp6,21 miliar kepada 1.027 debitur.

Kabupaten Banjar menerima penyaluran Rp3,86 miliar kepada 703 debitur.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan menerima penyaluran Rp3,10 miliar kepada 561 debitur.

Sektor perdagangan menjadi penerima terbesar pembiayaan UMi dengan porsi mencapai 97,56 persen dari total penyaluran.

Berdasarkan skema pembiayaan, pola kelompok mendominasi penyaluran UMi dengan nilai Rp29,46 miliar.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi lembaga penyalur UMi terbesar dengan realisasi Rp26,28 miliar kepada 4.651 debitur.

Catur Ariyanto Widodo menegaskan, “Kami terus memperkuat pengawasan melalui monitoring dan evaluasi berkala bersama mitra penyalur guna memastikan dukungan pembiayaan UMKM tepat sasaran, merata, dan mampu memperkuat ekonomi inklusif di seluruh kabupaten dan kota.”

Penulis :
Leon Weldrick
Editor :
Leon Weldrick