
Pantau - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mendorong peningkatan konsumsi susu masyarakat sebagai langkah memperkuat kualitas gizi, kesehatan, dan daya saing bangsa dalam rangka mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 saat Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Minggu (14/6/2026).
Hanif mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan konsumsi susu setiap hari sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas generasi masa depan.
Ia mengungkapkan, “Mari kita selamatkan bangsa kita, dengan menyelamatkan generasi kita. Mari promosikan terus untuk minum susu setiap hari.”
Konsumsi Susu Nasional Dinilai Masih Rendah
Hanif menyoroti bahwa konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah dan perlu segera ditingkatkan.
Rata-rata konsumsi susu nasional saat ini hanya berkisar antara 16,2 hingga 16,8 liter per kapita per tahun.
Jumlah tersebut disebut setara dengan sekitar satu sendok susu per orang setiap hari.
Menurut Hanif, tingkat konsumsi tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan masyarakat.
Ia menilai peningkatan konsumsi susu penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia agar menjadi generasi yang sehat dan produktif.
Edukasi Gizi dan Kolaborasi Jadi Kunci
Hanif menjelaskan bahwa susu mengandung berbagai zat gizi penting seperti protein, kalsium, kalium, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D.
Nutrisi tersebut berperan dalam mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa kecukupan gizi merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas generasi produktif yang akan menjadi penggerak pembangunan nasional di masa depan.
Hanif menilai peningkatan konsumsi susu harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh lapisan masyarakat.
Ia mengungkapkan, “Segera gelorakan semangat minum susu. Wajib, karena sampai hari ini baru satu sendok (konsumsi susu), kita tidak mau kehilangan satu pun generasi kita setiap harinya. Bangun iklim, hilirisasi.”
Menurutnya, upaya meningkatkan konsumsi susu tidak boleh berhenti hanya pada peringatan Hari Susu Nusantara, melainkan harus diwujudkan dalam pola konsumsi masyarakat sehari-hari.
Hanif juga mengingatkan bahwa Indonesia sedang menikmati bonus demografi yang menjadi peluang besar bagi pembangunan nasional sehingga penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi agenda yang sangat strategis.
Ia turut menekankan pentingnya memperluas edukasi mengenai manfaat konsumsi susu agar kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi terus meningkat.
Melalui Peringatan Hari Susu Nusantara 2026, Hanif berharap gerakan minum susu dapat menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Gerry Eka





