
Pantau - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi membuat konsumen lebih selektif dalam berbelanja karena mempertimbangkan kembali pengeluaran mereka.
Daya Beli Dinilai Berpotensi Terpengaruh
Ketua APPBI DPD DKI Jakarta Mualim Wijoyo mengatakan kondisi nilai tukar yang terus melemah dapat memengaruhi perilaku belanja masyarakat, terutama untuk pembelian di luar kebutuhan pokok.
“Kalau kondisi tidak berubah dan masih seperti saat ini, daya beli pasti terpengaruh. Konsumen akan lebih selektif membeli barang yang memang dibutuhkan atau kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia menjelaskan pelemahan rupiah tidak hanya berdampak pada perdagangan internasional, tetapi juga berpengaruh terhadap harga barang, biaya hidup, dan keputusan investasi masyarakat.
Tenan Mal Dinilai Masih Berhati-hati Menentukan Harga
Menurut Mualim, sejumlah tenan di pusat perbelanjaan juga berpotensi terdampak karena masih bergantung pada bahan baku maupun komponen impor untuk operasional mereka.
“Secara operasional tentunya berpengaruh, khususnya untuk kebutuhan tertentu yang masih harus diimpor. Namun, biasanya pusat perbelanjaan maupun tenan sudah memiliki perencanaan dan kesepakatan sebelumnya,” katanya.
Ia menambahkan hingga kini APPBI belum melihat adanya kenaikan harga produk yang signifikan karena para tenan masih berhati-hati dalam menetapkan harga jual.
“Sejauh ini belum terlalu dirasakan kenaikan produk secara signifikan karena tenan mal sangat hati-hati dalam menentukan harga. Namun, ke depan tentu ada potensi kenaikan, hanya saja kami belum memiliki data terkait besarannya,” ujarnya.
APPBI DKI Jakarta mencatat terdapat 100 pusat perbelanjaan di Jakarta yang tergabung dalam asosiasi tersebut, sementara nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (11/6) berada di level Rp17.989 per dolar AS.
- Penulis :
- Aditya Yohan









