
Pantau - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan dunia industri saat ini semakin membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, memiliki kompetensi nyata, dan siap kerja di tengah pesatnya transformasi digital serta perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI).
Kompetensi Dinilai Lebih Penting daripada Ijazah
Afriansyah menyampaikan bahwa perubahan kebutuhan dunia kerja membuat ijazah tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
“Saat ini kita berada di era transformasi ketenagakerjaan yang bergerak sangat cepat. Dunia industri tidak lagi hanya mencari individu yang memegang selembar ijazah, melainkan mencari sarjana yang cakap dan memiliki kompetensi nyata,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, “Ijazah tidak lagi cukup karena industri tidak lagi bertanya apa ijazah kamu, melainkan apa kompetensimu. Sertifikat kompetensi inilah yang menjadi bukti bahwa tenaga kerja kita memiliki standar kemampuan yang dibutuhkan industri.”
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan kembali menggulirkan Program Magang Nasional (MagangHub) yang ditujukan bagi lulusan baru diploma dan sarjana dengan dukungan anggaran sebesar Rp4,14 triliun.
Magang Nasional Disiapkan Jembatani Kebutuhan Industri
Program Magang Nasional dirancang untuk mengurangi kesenjangan keterampilan dan ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Peserta program akan memperoleh berbagai fasilitas, mulai dari uang saku, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, pendampingan mentor profesional, hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.
Afriansyah juga menyebut tingkat pengangguran terbuka Indonesia per Februari 2026 berada di angka 4,68 persen, namun tantangan berupa disrupsi teknologi dan otomatisasi tetap memerlukan penguatan ekosistem pelatihan serta vokasi.
Di akhir keterangannya, ia mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, Balai Latihan Kerja, dan industri agar mampu menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini maupun masa depan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









