
Pantau - Sumatera Barat dinilai memiliki posisi strategis dalam peta besar penguatan konektivitas rel di Pulau Sumatra karena masih mengoperasikan layanan kereta api penumpang dan barang sekaligus menyimpan jaringan rel bersejarah sepanjang sekitar 312,2 kilometer yang berpotensi dikembangkan.
Jejak Sejarah dan Layanan yang Masih Beroperasi
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Sumatera Barat memiliki karakteristik unik karena jaringan relnya sejak awal dibangun untuk menghubungkan kawasan tambang, pelabuhan, kota, dan masyarakat.
Anne mengungkapkan, “Sumatera Barat menunjukkan bagaimana kereta api sejak awal menjadi penghubung ekonomi, kota, pelabuhan, dan masyarakat. Jejak itu tetap relevan untuk membaca kebutuhan konektivitas Sumatra hari ini.”
Saat ini, layanan penumpang di wilayah tersebut meliputi KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, KA Lembah Anai, serta KA wisata Mak Itam, sementara angkutan barang melayani distribusi semen curah dan klinker.
Pada periode Januari hingga Mei 2026, Divre II Sumatera Barat melayani 913.674 pelanggan kereta api penumpang dan mengangkut 492.220 ton barang yang terdiri atas semen dan klinker.
Potensi Reaktivasi Jalur dan Penguatan Mobilitas
KAI menilai masih banyak jalur nonaktif yang berpotensi direaktivasi untuk memperluas akses menuju kawasan wisata, pusat pendidikan, sentra ekonomi, dan simpul logistik di Sumatera Barat.
Anne menyatakan, “Kereta api di Sumatera Barat dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia melayani perjalanan harian, akses bandara, wisata, sekaligus mendukung distribusi barang.”
Beberapa lintas yang dinilai memiliki prospek pengembangan antara lain Naras–Sungai Limau, Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Limbanang, Muarokalaban–Sawahlunto, serta Solok–Muarokalaban.
Menurut kajian yang disampaikan KAI, pengembangan jaringan rel juga berpotensi menekan biaya logistik dan memperkuat konektivitas antardaerah di Pulau Sumatra.
Anne menambahkan, “Sejarah rel Sumatera Barat memberi pelajaran penting bahwa konektivitas selain sebagai jalur, juga menjadi akses, pertumbuhan wilayah, dan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakat.”
- Penulis :
- Aditya Yohan





