HOME  ⁄  Ekonomi

Saham BUMN Disebut Topang Lonjakan IHSG pada Awal Perdagangan, Danantara Soroti Kepercayaan Investor

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Saham BUMN Disebut Topang Lonjakan IHSG pada Awal Perdagangan, Danantara Soroti Kepercayaan Investor
Foto: (Sumber :Kepala Badan Pengaturan Investasi (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria ditemui di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu(10/6/2026) (ANTARA/AMuzdaffar Fauzan).)

Pantau - Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menyatakan saham-saham Badan Usaha Milik Negara menjadi penopang utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Senin pagi di tengah meningkatnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Saham Perbankan dan Tambang Dorong Penguatan IHSG

Dony mengungkapkan, “Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal kita. Kinerja IHSG yang menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi cerminan nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya.”

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada pukul 09.10 WIB, IHSG tercatat melonjak lebih dari 3,5 persen ke level 6.221,44.

Saham perbankan pelat merah menjadi salah satu pendorong utama kenaikan tersebut, dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menguat 5 persen ke level Rp4.410 per saham, PT Bank Negara Indonesia Tbk naik 5,9 persen ke Rp3.770 per saham, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meningkat 4,21 persen ke posisi Rp2.970 per saham.

Selain sektor perbankan, saham PT Timah Tbk menguat 7,88 persen, PT Aneka Tambang Tbk naik 7,72 persen, dan PT Telkom Indonesia Tbk turut mencatat kenaikan sebesar 2,80 persen.

Danantara Nilai Fundamental BUMN Semakin Kuat

Menurut Dony, tren positif di pasar saham mencerminkan hasil transformasi menyeluruh yang telah meningkatkan kesehatan dan efisiensi perusahaan-perusahaan BUMN.

Ia mengatakan, “Teman-teman bisa melihat sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor yang sangat memuaskan. Ini adalah bukti bahwa BUMN kita betul-betul berada di posisi terbaiknya untuk terus melesat ke depan.”

Dony menambahkan bahwa meskipun pasar dapat dipengaruhi dinamika jangka pendek, investor pada akhirnya akan menilai fundamental perusahaan secara rasional sehingga posisi BUMN yang semakin kuat diharapkan menjadi landasan untuk menciptakan nilai dan memberikan imbal hasil yang menjanjikan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf