
Pantau - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengungkapkan empat fokus utama kebijakan, rencana kerja, dan pagu indikatif Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan untuk tahun 2027 dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di kawasan Parlemen Senayan, Jakarta.
Fokus Kebijakan untuk Investasi dan Pengawasan
Djaka mengungkapkan fokus pertama adalah mewujudkan pengelolaan fiskal yang sehat dan berkelanjutan.
Ia mengatakan, "Yang pertama, pengelolaan fiskal yang sehat dan berkelanjutan. Kebijakan ini diarahkan pada peningkatan fasilitas kepabeanan untuk menarik investasi, meningkatkan ekspor, dan mendukung hilirisasi industri."
Kebijakan tersebut diarahkan pada peningkatan fasilitas kepabeanan untuk menarik investasi, meningkatkan ekspor nasional, dan mendukung program hilirisasi industri.
DJBC juga akan memperkuat langkah tersebut melalui optimalisasi fasilitas kawasan khusus, peningkatan ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan kerja sama kepabeanan internasional.
Fokus kedua adalah perlindungan masyarakat dan dukungan terhadap perekonomian nasional melalui penguatan kapasitas dan revitalisasi pengawasan di wilayah laut, kawasan perbatasan, pesisir, pelabuhan, dan bandar udara.
Strategi Penerimaan Negara dan Penguatan Organisasi
Djaka menjelaskan fokus ketiga diarahkan pada optimalisasi penerimaan negara melalui intensifikasi kebijakan tarif, optimalisasi kebijakan cukai hasil tembakau, serta pemanfaatan tarif bea masuk pada komoditas tertentu.
Ia mengungkapkan, "Ekstensifikasi objek penerimaan dan perluasan basis penerimaan sesuai perkembangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat, penguatan nilai kepabeanan, serta pengembangan klasifikasi barang yang lebih adaptif, dan penguatan joint program di lingkungan Kementerian Keuangan."
Selain itu, DJBC akan memperluas objek dan basis penerimaan, memperkuat penilaian kepabeanan, mengembangkan klasifikasi barang yang lebih adaptif, serta memperkuat program bersama di lingkungan Kementerian Keuangan.
Fokus keempat mencakup penguatan layanan serta tata kelola organisasi, sumber daya manusia (SDM), dan teknologi informasi.
Djaka mengatakan, "Kebijakan diarahkan pada pembentukan organisasi yang lebih dinamis dan adaptif, penyempurnaan proses bisnis, kepabeanan dan cukai, penguatan kompetensi dan integritas SDM, penyempurnaan core system, dan smart custom."
Menurut Djaka, rencana kerja DJBC tahun 2027 disusun untuk mendukung tema pembangunan nasional berupa akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri yang berkualitas.
Ia juga menyatakan, "Berdasarkan kerangka kerja tahun 2027 yang telah kami sampaikan, kebutuhan pendanaan DJBC dialokasikan melalui tiga program utama dengan total pagu indikatif tahun anggaran 2027 sebesar Rp2,81 triliun."
Total pagu indikatif DJBC tahun anggaran 2027 sebesar Rp2,81 triliun tersebut terdiri atas Program Kebijaksanaan Fiskal, Sektor Keuangan, dan Ekonomi sebesar Rp4,159 miliar, Program Pengelolaan Penerimaan Negara sebesar Rp749,37 miliar, serta Program Dukungan Manajemen sebesar Rp2,056 triliun.
- Penulis :
- Shila Glorya





