
Pantau - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I menjadikan kasus Kakek Mujiran di Lampung sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perkebunan sekaligus meningkatkan program pembinaan dan pemberdayaan warga.
Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan perusahaan selama ini tetap berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial dan ekonomi melalui pembinaan kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, "Terkait dengan case kemarin, memang PTPN mengambil langkah jalan tengah agar semua pihak itu mengetahui PTPN tuh sebetulnya tidak punya niatan untuk menghukum seseorang apabila memang orang tersebut tidak bersalah atau merugikan PTPN."
Restorative Justice Jadi Jalan Tengah
Aris menjelaskan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice menjadi langkah yang dipilih untuk menjaga kondusivitas dan menunjukkan bahwa perusahaan tidak berniat merugikan masyarakat.
Ia menilai penyelesaian tersebut menjadi pelajaran penting bagi PTPN I untuk meningkatkan intensitas komunikasi dengan warga di sekitar kawasan perkebunan.
Menurutnya, "Setelah dengan adanya RJ ini, tentu ini akan menjadi salah satu pelajaran baru bagi PTPN bahwa ternyata kita mungkin perlu semakin meningkatkan intensitas komunikasi dengan masyarakat."
Perusahaan juga berencana memperkuat pembinaan ekonomi agar masyarakat memahami manfaat keberadaan perkebunan terhadap kehidupan sosial dan perekonomian daerah.
Perusahaan Soroti Dampak Ekonomi Perkebunan
PTPN I menyebut operasional perkebunan karet memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, aktivitas industri pengolahan, hingga sektor transportasi yang mendukung distribusi hasil produksi.
Selain itu, kegiatan ekspor komoditas karet dinilai turut memberikan kontribusi terhadap devisa negara dan penerimaan pemerintah melalui perpajakan.
Aris mengatakan kasus Kakek Mujiran menjadi pengalaman penting dalam menyeimbangkan penegakan hukum, komunikasi publik, dan hubungan dengan masyarakat sekitar.
PTPN I juga berkomitmen memperkuat komunikasi dengan media dan masyarakat agar setiap langkah yang diambil perusahaan dapat dipahami berdasarkan fakta yang utuh dan proporsional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





