HOME  ⁄  Ekonomi

PTPN I Menyiapkan Skema Pembelian Kopi Rakyat untuk Memperkuat Daya Saing di Pasar Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PTPN I Menyiapkan Skema Pembelian Kopi Rakyat untuk Memperkuat Daya Saing di Pasar Global
Foto: (Sumber :Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo menjawab pertanyaan awak media di Jakarta, Senin (15/6/2026) malam. ANTARA/Harianto.)

Pantau - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I menyiapkan skema pembelian kopi rakyat sebagai strategi memperkuat kemitraan dengan petani sekaligus meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global.

Skema Kemitraan Disiapkan untuk Perkuat Rantai Pasok Kopi

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan skema tersebut mengadopsi konsep kemitraan yang telah diterapkan pada komoditas lain seperti sawit plasma, tebu rakyat, dan bahan olah karet.

Ia mengungkapkan, “Ada rencana PTPN nanti ke depan mungkin akan ada strategi melakukan pembelian kopi masyarakat seperti kalau sawit ada plasma, kemudian ada tebu rakyat, kemudian kalau karet ada bokar (bahan olah karet).”

Melalui pola tersebut, PTPN I berpeluang membeli hasil panen kopi masyarakat untuk diintegrasikan ke dalam rantai pasok dan sistem pemasaran perusahaan secara berkelanjutan.

Selain itu, perusahaan juga berencana memperluas pembinaan kepada petani kopi yang berada di sekitar wilayah operasional perkebunan.

Aris menyampaikan, “PTPN juga punya rencana untuk melakukan pembinaan terhadap petani-petani kopi yang ada di sekitarnya.”

Fokus Tingkatkan Produktivitas dan Perluas Pasar Ekspor

PTPN I menilai kopi merupakan komoditas strategis dengan prospek yang terus berkembang di pasar internasional sehingga pengembangannya tetap menjadi prioritas perusahaan.

Perusahaan memiliki kawasan produksi kopi unggulan di Ijen dan Banaran yang dikenal menghasilkan kopi berkualitas tinggi, termasuk produk Blue Fire Coffee yang telah dipasarkan ke Italia dan sejumlah negara lainnya.

Selain memperkuat kemitraan dengan petani, PTPN I terus melakukan peremajaan tanaman, menambah areal tanam Arabika dan Robusta, serta memanfaatkan lahan yang belum optimal untuk meningkatkan produksi.

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengatakan, “Transformasi ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan kopi Indonesia yang memiliki daya saing global melalui penguatan produktivitas kebun, efisiensi pengolahan, dan pengembangan produk bernilai tambah.”

Melalui integrasi rantai pasok dari sektor hulu hingga hilir, PTPN I menargetkan peningkatan nilai tambah komoditas kopi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi berkualitas di pasar dunia.

Penulis :
Aditya Yohan