HOME  ⁄  Nasional

PTPN I Memulai Uji Coba Penanaman Bawang Putih 20 Hektare untuk Dukung Swasembada dan Kurangi Impor

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PTPN I Memulai Uji Coba Penanaman Bawang Putih 20 Hektare untuk Dukung Swasembada dan Kurangi Impor
Foto: (Sumber :Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo (tengah) menjelaskan kinerja PTPN I dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Senin (15/6/2026) malam. ANTARA/Harianto.)

Pantau - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I memulai uji coba penanaman bawang putih seluas 20 hektare di Gunung Mas, Bogor, Jawa Barat, sebagai langkah awal mendukung swasembada pangan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Uji Coba Dilakukan Bertahap di Gunung Mas

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan program tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap agenda pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Ia mengungkapkan, “Sekarang kita mencoba untuk menanam trial dulu 20 hektare di daerah Gunung Mas di Jabar. Ini sebagai bentuk komitmen PTPN I untuk mendukung hilirisasi pemerintah, pemerintahan Pak Prabowo melalui Kementerian Pertanian, kita support, sangat support PTPN I.”

Menurut Aris, bawang putih menjadi komoditas yang mendapat perhatian karena kebutuhan nasional masih banyak dipenuhi melalui impor, terutama dari China.

Ia menjelaskan tanaman bawang putih membutuhkan kondisi geografis khusus berupa dataran tinggi sehingga lokasi pengembangannya di Indonesia relatif terbatas.

Aris menambahkan, “Kemudian kita ada tugas swasembada bawang putih, bawang putih itu memang merupakan komoditas yang tidak lazim di Indonesia, jarang ditanam. Adanya mungkin di Temanggung yang cukup banyak di situ karena datarannya tinggi.”

PTPN I Pelajari Budidaya Sebelum Ekspansi Skala Besar

PTPN I memilih memulai dengan uji coba untuk mempelajari aspek teknis budidaya, penyediaan bibit, pola tanam, dan pengelolaan lahan sebelum memperluas areal penanaman.

Perusahaan juga akan mengidentifikasi lahan yang sesuai tanpa mengganggu komoditas utama seperti teh dan kopi apabila hasil uji coba menunjukkan prospek yang baik.

Aris mengatakan, “Harapannya untuk bawang putih itu kan bisa mengurangi impor dari China khususnya. Cuma lokasi-lokasi yang punya ketinggian yang cocok ini kan nggak banyak.”

Ia menegaskan pengembangan dilakukan secara bertahap agar kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan teknis dapat mendukung keberhasilan program.

Menurut Aris, “Kalau tiba-tiba kita harus membongkar, misal 10.000 hektare tiba-tiba ternyata kami nggak punya orang yang bisa nangani, nggak punya kemampuan, pengalaman, kan jadi sayang, mubazir.”

Selain meningkatkan produksi nasional, lokasi uji coba diharapkan menjadi percontohan bagi masyarakat dan petani yang ingin mempelajari budidaya bawang putih sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan