
Pantau - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung mengawal proses ekspor sebanyak 10.000 bungkus daun manggis kering dan daun bambu kering ke Inggris sebagai bentuk komitmen pemerintah mendampingi UMKM binaan dalam memenuhi permintaan pasar internasional.
Pengawalan Ekspor dan Pengakuan Pasar Internasional
Pengawalan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kesepakatan ekspor berjalan sesuai dengan permintaan konsumen di luar negeri sekaligus mendukung pengembangan produk UMKM asal Bangka Belitung.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Disperindag Provinsi Bangka Belitung, Agus Setio Rini, menyatakan bahwa keberhasilan pengiriman tersebut menjadi bukti daya saing produk daerah di pasar global.
“Ekspor ini membuktikan kualitas bahan baku alas reptil asal Provinsi Babel sudah diakui pasar dunia,” ungkap Agus Setio Rini.
Disperindag Provinsi Bangka Belitung juga menyatakan akan terus mendampingi dan mendukung UMKM binaan dalam melakukan ekspor berbagai produk ke sejumlah negara.
Daun Kering Dimanfaatkan untuk Alas Reptil hingga Bahan Herbal
Direktur UMKM Daun Ketapang di bawah naungan PT Central Charcoal Babelindo menjelaskan bahwa perusahaan mengirimkan sebanyak 10.000 bungkus daun manggis kering dan daun bambu kering ke Inggris sebagai bagian dari pengembangan produk untuk memenuhi minat pasar internasional.
Produk tersebut akan dimanfaatkan sebagai alas reptil di negara tujuan, sementara proses pengirimannya dilakukan dari Bangka Belitung menuju Jakarta melalui ekspedisi darat sebelum diteruskan ke Inggris menggunakan jalur laut.
Perusahaan menyebut selama ini juga rutin mengekspor daun ketapang kering asal Bangka Belitung ke pasar luar negeri, sedangkan pengiriman daun manggis kering dan daun bambu kering merupakan hasil diversifikasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen global.
Menurut pihak perusahaan, pasar internasional juga menunjukkan minat terhadap daun manggis kering dan daun bambu kering karena dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan.
“Di luar negeri, daun kering ini menjadi komoditas berharga, selain untuk alas reptil juga sebagai bahan baku obat herbal, teh kesehatan, kosmetik, hingga kebutuhan akuarium dan terarium,” ujar perwakilan perusahaan.
Daun manggis kering diketahui tidak hanya memiliki fungsi sebagai alas reptil, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi karena mengandung antioksidan, flavonoid, serta senyawa anti-inflamasi xanthone.
Proses ekspor tersebut disaksikan oleh pejabat Disperindag Provinsi Bangka Belitung, jajaran Bea Cukai Pangkalpinang, PT Pos Indonesia, serta manajemen PT Central Charcoal Babelindo sebagai produsen.
- Penulis :
- Shila Glorya





