HOME  ⁄  Ekonomi

Stasiun Ngunut Terus Menjaga Mobilitas Warga Blitar dan Tulungagung dengan Pertumbuhan Jumlah Penumpang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Stasiun Ngunut Terus Menjaga Mobilitas Warga Blitar dan Tulungagung dengan Pertumbuhan Jumlah Penumpang
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Stasiun Ngunut.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan Stasiun Ngunut di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terus berperan sebagai simpul transportasi penting yang mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan perdagangan di wilayah Blitar–Tulungagung.

Jumlah Penumpang Meningkat Sepanjang 2026

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Stasiun Ngunut menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang memanfaatkan kereta api untuk bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengakses layanan publik.

Ia mengungkapkan, “Stasiun Ngunut memperlihatkan bagaimana kereta api tetap menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat daerah. Kehadirannya membantu warga menjangkau pusat pendidikan, tempat kerja, pasar, layanan kesehatan, dan kota-kota lain dengan perjalanan yang lebih terjadwal dan terjangkau.”

Berdasarkan data KAI, sebanyak 5.248 pelanggan berangkat dari Stasiun Ngunut sepanjang Januari hingga Mei 2026 atau meningkat 12,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, jumlah pelanggan yang turun di Stasiun Ngunut mencapai 4.487 orang atau tumbuh 10,87 persen dibandingkan Januari hingga Mei 2025.

Secara keseluruhan, pergerakan penumpang naik dan turun mencapai 9.735 pelanggan, meningkat 11,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dukung Aktivitas Ekonomi hingga Wisata

KAI menyebut Stasiun Ngunut melayani masyarakat menuju berbagai kota seperti Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Surabaya, dan Jakarta melalui layanan KA Brantas, KA Singasari, KA Matarmaja, serta Commuter Line Dhoho dan Commuter Line Penataran.

Keberadaan stasiun juga mendukung aktivitas perdagangan, pertanian, usaha kecil, industri rumah tangga, serta akses menuju berbagai layanan pendidikan dan kesehatan di wilayah sekitar.

Anne menuturkan, “Bagi masyarakat Ngunut, stasiun adalah akses menuju kesempatan yang lebih luas. Dari stasiun ini, warga dapat berangkat bekerja, menempuh pendidikan, menjalankan aktivitas perdagangan, dan menjaga hubungan keluarga antarkota. Karena itu, KAI terus menjaga layanan di stasiun-stasiun daerah agar manfaat kereta api semakin dirasakan masyarakat.”

Selain menunjang mobilitas harian, Stasiun Ngunut juga menjadi pintu akses menuju sejumlah destinasi wisata di Tulungagung bagian timur, termasuk Ranu Gumbolo, Puncak Jowin, dan kawasan kuliner di sekitar Pasar Ngunut.

Penulis :
Ahmad Yusuf