
Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada rencana pemadaman listrik ke depan setelah pemerintah membahas langkah-langkah untuk menjaga pasokan dan pelayanan listrik nasional tetap berjalan optimal.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pemadaman listrik, Bahlil menjawab, "Insya Allah nggak."
Bahlil menyampaikan pembahasan tersebut dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memastikan dukungan terhadap operasional PT PLN (Persero).
Salah satu agenda yang dibahas adalah mekanisme pembayaran kompensasi dan subsidi kepada PLN guna menjaga kemampuan keuangan perusahaan dalam menyediakan pasokan listrik secara memadai.
Bahlil mengatakan, "Jadi, secara umum, sudah dibahas tadi, nggak ada masalah."
Pemerintah Jamin Pasokan dan Pelayanan Listrik
Pemerintah menegaskan pelayanan listrik kepada masyarakat akan tetap berjalan normal melalui dukungan kebijakan subsidi dan kompensasi bagi PLN.
Skema tersebut disiapkan untuk memastikan kondisi keuangan PLN tetap terjaga sehingga mampu memenuhi kebutuhan listrik nasional.
Koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi yang dapat memengaruhi sistem ketenagalistrikan nasional.
Presiden Prabowo Subianto disebut telah memerintahkan koordinasi antara PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna menjamin kebutuhan batu bara PLN terpenuhi.
Tim Khusus Dibentuk Atasi Kekurangan Batu Bara
Bahlil menjelaskan kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun untuk memasok bahan bakar pembangkit listrik.
Hingga saat ini, PLN telah mengamankan kontrak pasokan batu bara sebanyak 134 juta ton.
Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton batu bara yang perlu dipenuhi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian ESDM membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori sedang yang melibatkan PLN, Ditjen Minerba, dan BPKP.
Bahlil mengatakan, "Dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus, maka kami membentuk tim pengadaan. PLN, Dirjen Minerba, dan BPKP."
Menurut Bahlil, salah satu kendala yang dihadapi PLN adalah memperoleh batu bara berkalori sedang dengan harga yang sesuai.
Harga batu bara untuk kebutuhan domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) yang dijual ke PLN saat ini ditetapkan sebesar 70 dolar AS per ton.
Sementara itu, Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode I Juni 2026 tercatat mencapai 121,83 dolar AS per ton.
Perbedaan harga tersebut membuat pasokan batu bara berkalori sedang menjadi lebih sulit diperoleh di pasar.
Bahlil mengungkapkan, "Ini (pembentukan tim) agar tidak ada dusta di antara kita. Sudah capek ngomong sana lain, ngomong sini lain, tulis lain, baca lain, bikin lain. Aku tahu ada sesuatu, tetapi udahlah. Kita sama-sama memahami, yang penting kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk negara."
Pemerintah berharap pembentukan tim khusus dan koordinasi lintas lembaga dapat memastikan pasokan energi primer tetap aman serta mencegah gangguan terhadap pasokan listrik nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya








