billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Pertamina EP Catat Produksi Sumur Salawati di Papua Capai 623 Barel Minyak per Hari

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pertamina EP Catat Produksi Sumur Salawati di Papua Capai 623 Barel Minyak per Hari
Foto: (Sumber :PT Pertamina EP. (ANTARA/HO-Pertamina EP))

Pantau - PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) Papua Field mencatat Sumur Pengembangan Salawati (SLW)-F2X di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menghasilkan produksi awal sebesar 623 barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD) setelah menjalani uji produksi pada Juni 2026.

Capaian tersebut menjadi tambahan produksi migas baru dari wilayah Indonesia Timur yang diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi minyak nasional dan memperkuat ketahanan energi.

General Manager Zona 14 Pertamina EP Indarwan Harsoni mengatakan keberhasilan pengeboran dan produksi awal sumur tersebut merupakan hasil kerja tim serta dukungan berbagai pihak terkait.

"Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim serta dukungan para pemangku kepentingan," ungkapnya.

Sumur Selesai Dibor dalam 54 Hari

Sumur SLW-F2X mulai ditajak pada 10 April 2026 menggunakan Rig PDSI Nomor 11.2/N80B-M dan berhasil diselesaikan setelah melalui proses pengeboran selama 54 hari.

Pada 11 Juni 2026, sumur tersebut mencatat hasil uji produksi awal sebesar 623 BOPD dengan menggunakan metode artificial lift Electric Submersible Pump (ESP).

Indarwan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, masyarakat adat, dan seluruh pihak yang mendukung kelancaran operasional perusahaan selama proses pengembangan lapangan migas berlangsung.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, masyarakat adat dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran operasional perusahaan. Sinergi dan hubungan yang harmonis tersebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan lapangan migas di wilayah Papua," ujarnya.

Dukung Produksi Nasional dan Ekonomi Papua

Manajer Papua Field Ardi mengatakan keberhasilan Sumur SLW-F2X melanjutkan tren positif program pengeboran setelah sebelumnya perusahaan mencatat capaian serupa melalui Sumur SLW-C4X.

Menurutnya, tambahan produksi dari sumur pengembangan akan memberikan kontribusi terhadap target produksi migas nasional.

“Tambahan produksi dari sumur-sumur pengembangan akan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia,” kata Ardi.

Ia menambahkan aktivitas hulu migas yang berkelanjutan juga diharapkan menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan daerah di Tanah Papua.

“Dengan potensi yang masih tersedia, kami optimistis kinerja produksi Sumur SLW-F2X dapat terus dioptimalkan di masa mendatang,” ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026