
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 48,40 poin atau 0,78 persen ke posisi 6.172,34 pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026, di tengah sikap hati-hati investor menjelang pengumuman indeks saham global MSCI dan rebalancing indeks FTSE Russell yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut melemah 8,31 poin atau 1,33 persen ke posisi 616,92.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengungkapkan, "Investor cenderung hati-hati menjelang rebalancing indeks FTSE dan pengumuman MSCI."
Pelaku pasar juga menantikan MSCI Global Market Accessibility Review serta MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu, 24 Juni 2026.
BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen
Sentimen domestik turut dipengaruhi kebijakan moneter Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG).
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, "Kenaikan suku bunga dilakukan untuk mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi."
Dengan kenaikan terbaru tersebut, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 100 basis poin.
Level BI Rate saat ini menjadi yang tertinggi sejak April 2025.
Dari luar negeri, pasar juga mencermati kabar bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran telah menandatangani nota kesepahaman secara digital untuk mengembangkan kesepakatan perdamaian permanen dengan Iran.
Perdagangan Didominasi Tekanan Jual
IHSG dibuka melemah sejak awal perdagangan dan bertahan di zona negatif sepanjang sesi pertama.
Pada sesi kedua, indeks tetap berada di wilayah merah hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor mencatat penguatan dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 2,49 persen.
Sektor barang konsumen nonprimer naik 0,47 persen.
Sektor transportasi dan logistik menguat 0,29 persen.
Sebaliknya, enam sektor mengalami pelemahan dengan sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 1,96 persen.
Sektor keuangan turun 1,32 persen.
Sektor kesehatan melemah 1,07 persen.
Saham yang mencatat kenaikan terbesar adalah CBUT, JECC, ZONE, KOPI, dan RLCO.
Saham dengan penurunan terbesar adalah KONI, DEFI, BCIC, DPUM, dan ESIP.
Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.779.000 transaksi.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 23,68 miliar lembar saham.
Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp17,97 triliun.
Sebanyak 271 saham mengalami kenaikan harga.
Sebanyak 445 saham mengalami penurunan harga.
Sebanyak 243 saham tidak mengalami perubahan harga.
Pergerakan Bursa Asia Beragam
Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 1.223,75 poin atau 1,75 persen ke level 71.126,00.
Indeks Hang Seng melemah 387,35 poin atau 1,59 persen ke level 23.924,81.
Indeks Shanghai turun 17,59 poin atau 0,43 persen ke level 4.090,48.
Indeks Strait Times menguat 36,38 poin atau 0,70 persen ke level 5.212,84.
Perdagangan saham pada Kamis ditandai oleh sikap wait and see investor menjelang sejumlah pengumuman penting dari MSCI dan FTSE serta respons pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick








