
Pantau - PT VENTENY Fortuna International Tbk (VTNY) mengangkat Hosea Sanjaya sebagai Wakil Direktur Utama sekaligus Chief Operating Officer (COO) dan Tri Ismardiko Widyawan sebagai Direktur sekaligus Chief Technology Officer (CTO) baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar di Jakarta.
RUPST Tetapkan Perubahan Susunan Direksi
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menerima pengunduran diri Milokevin Wendiady dari jabatannya sebagai Direktur dan Group COO.
Perseroan menegaskan pengunduran diri tersebut dilakukan karena alasan pribadi dan tidak berkaitan dengan kinerja maupun kondisi usaha perusahaan.
Direktur Utama, Founder dan Group CEO VENTENY Jun Waide menyampaikan apresiasi atas kontribusi Milokevin selama menjabat di perusahaan.
"Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh Pak Milo selama bergabung dengan Perseroan. Kami juga menyambut bergabungnya Hosea Sanjaya sebagai Wakil Direktur Utama dan Group COO serta Tri Ismardiko Widyawan sebagai Direktur dan Group CTO. Penguatan tim kepemimpinan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas eksekusi bisnis, mempercepat inovasi, dan mendukung pertumbuhan Perseroan ke depan," ungkap Jun.
Selain menyetujui perubahan susunan direksi, RUPST juga mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025.
Rapat turut menetapkan penggunaan laba bersih, menunjuk Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2026, serta menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
Pendapatan dan Aset Tumbuh di Tengah Tantangan Ekonomi
Berdasarkan laporan keuangan yang disahkan dalam rapat, VENTENY membukukan pendapatan sebesar Rp327,3 miliar sepanjang 2025 atau meningkat 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Total aset perseroan tercatat mencapai Rp1,8 triliun atau tumbuh 49 persen dibandingkan posisi tahun 2024 sebesar Rp1,2 triliun.
Sementara itu, laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp2,1 miliar.
Jun menjelaskan capaian tersebut diraih di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi industri pembiayaan, termasuk melemahnya daya beli masyarakat, meningkatnya risiko kredit, serta tingginya kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, VENTENY memilih lebih selektif dalam mengembangkan bisnis pembiayaan dan fokus pada produk serta layanan yang memiliki permintaan pasar kuat dan berkelanjutan.
Perseroan juga melakukan berbagai langkah efisiensi melalui evaluasi sejumlah program dan aktivitas yang dinilai belum memberikan kontribusi optimal terhadap profitabilitas.
Pada 2026, VENTENY berkomitmen memperluas dampak bagi pelaku usaha dan UMKM melalui layanan pendanaan produktif serta pengembangan layanan digital seperti Earned Wage Access (EWA), Advance Wage Access (AWA), Payroll Service, dan berbagai layanan lainnya.
"Tahun 2025 menegaskan ketahanan dan kemampuan Perseroan dalam menciptakan pertumbuhan yang berkualitas di tengah berbagai tantangan dan peluang pasar. Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, kami tidak hanya fokus pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas untuk pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Jun.
Perseroan juga akan memperkuat tata kelola, pengendalian internal, dan manajemen risiko guna menjaga kualitas portofolio serta meningkatkan profitabilitas sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
- Penulis :
- Aditya Yohan








