HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.220,74 di Tengah Sikap Wait and See Investor Menanti Keputusan The Fed dan Bank Indonesia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.220,74 di Tengah Sikap Wait and See Investor Menanti Keputusan The Fed dan Bank Indonesia
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 34,23 poin atau 0,55 persen ke level 6.220,74 pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menunggu sejumlah agenda penting terkait kebijakan suku bunga dan evaluasi indeks global.

Kendati IHSG berakhir di zona merah, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru menguat 0,55 poin atau 0,09 persen ke level 625,23.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan pergerakan IHSG berlangsung variatif atau mixed sepanjang perdagangan.

"IHSG bergerak mixed seiring pelaku pasar yang cenderung wait and see terhadap sejumlah agenda penting domestik dan global," ungkap Ratna Lim.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat.

Sepanjang sesi pertama, indeks masih bertahan di zona positif.

Memasuki sesi kedua, tekanan jual mulai meningkat sehingga IHSG bergerak ke wilayah negatif.

Tekanan jual berlanjut hingga penutupan perdagangan dan membuat indeks berakhir di zona merah.

Investor Menanti Keputusan Suku Bunga dan Evaluasi Indeks Global

Sikap wait and see investor dipicu oleh ketidakpastian arah kebijakan suku bunga domestik maupun global.

Pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Juni 2026.

Investor juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar pada tanggal yang sama.

Berdasarkan konsensus pasar, The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen.

Sementara itu, Bank Indonesia diperkirakan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Selain kebijakan suku bunga, pelaku pasar juga menunggu pengumuman MSCI Global Market Accessibility Review pada Jumat, 19 Juni 2026.

Pasar turut mencermati proses rebalancing indeks FTSE yang berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026.

Agenda berikutnya yang menjadi perhatian investor adalah MSCI Annual Market Classification Review yang dijadwalkan pada Rabu, 24 Juni 2026.

Mayoritas Sektor Melemah dan Rupiah Tertekan

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang mencatat penguatan pada perdagangan hari itu.

Sektor barang konsumen primer menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi setelah menguat 0,58 persen.

Sektor infrastruktur menyusul dengan kenaikan sebesar 0,32 persen.

Sebanyak sembilan sektor lainnya mengalami pelemahan.

Sektor industri menjadi sektor yang terkoreksi paling dalam dengan penurunan 2,51 persen.

Sektor transportasi dan logistik melemah 2,03 persen.

Sektor energi turun 2,01 persen.

Nilai tukar rupiah juga mengalami pelemahan 0,21 persen terhadap dolar Amerika Serikat.

Rupiah ditutup di level Rp17.762 per dolar AS di pasar spot.

Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sikap pasar yang menunggu hasil FOMC dan RDG Bank Indonesia.

Saham Penguat dan Pelemah Terbesar

Saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi pada perdagangan tersebut antara lain BCIC, DEFI, ESIP, RONY, dan KONY.

Di sisi lain, saham GHON, BINA, NZIA, BREN, dan POLU menjadi kelompok saham dengan pelemahan harga terbesar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat mencapai 2.315.000 transaksi.

Total volume perdagangan mencapai 31,47 miliar lembar saham.

Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp24,67 triliun.

Sebanyak 306 saham ditutup menguat.

Sebanyak 409 saham mengalami penurunan harga.

Sebanyak 244 saham tidak mengalami perubahan harga.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 0,83 persen ke level 69.980,00.

Indeks Shanghai Composite naik 0,40 persen ke level 4.108,08.

Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 0,74 persen ke level 24.312,16.

Indeks Strait Times di Singapura menguat 1,16 persen ke level 5.176,46.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia bergerak hati-hati menjelang keputusan suku bunga, evaluasi MSCI, serta rebalancing indeks global yang berpotensi memengaruhi arus investasi di pasar modal Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick