billboard mobile
HOME  ⁄  Ekonomi

Sinergi Kebijakan Bikin Program Ekonomi Lebih Terukur

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Sinergi Kebijakan Bikin Program Ekonomi Lebih Terukur
Foto: Diskusi 'Pantau APBN' di Jakarta, Kamis (18/6/2026), mengangkat pentingnya sinkronisasi fiskal dan moneter dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. (PANTAU/Khalied Malvino)

Pantau - Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter dinilai penting untuk memastikan program ekonomi berjalan efektif dan berdampak nyata.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian menekankan pentingnya koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Ia melihat pendekatan kebijakan ekonomi terus berkembang. Pola lama tidak lagi relevan untuk menjawab kebutuhan saat ini.

“Pada masa itu, ada pandangan bahwa kebijakan fiskal dan moneter sebaiknya berjalan dengan jarak. Hal ini untuk menghindari overheating, karena pertumbuhan ekonomi banyak ditopang oleh faktor eksternal,” ujarnya dalam diskusi 'Pantau APBN, di Jakarta, Kamis (18/6/2026). 

Saat ini, arah kebijakan membutuhkan sinergi yang lebih kuat. Koordinasi dinilai menentukan efektivitas program ekonomi.

“Dalam situasi seperti ini, koordinasi antara fiskal dan moneter justru menjadi keharusan. Jika tidak dilakukan, target pertumbuhan ekonomi akan sulit tercapai,” jelasnya.

Fakhrul menilai konsistensi kebijakan akan memperkuat kepercayaan pelaku usaha. Kepastian arah kebijakan memberi ruang bagi dunia usaha untuk berekspansi.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan. Pemerintah perlu menyampaikan target dan indikator secara jelas.

“Pasar dan masyarakat perlu memahami bagaimana suatu kebijakan dinilai berhasil. Tanpa komunikasi yang jelas, yang muncul justru kebingungan dan persepsi negatif,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menilai ketahanan fiskal Indonesia tetap terjaga.

Ia menekankan penggunaan anggaran harus produktif dan tepat sasaran.

“Pemerintah telah mengambil langkah efisiensi sejak awal 2025 melalui instruksi presiden, agar belanja negara lebih berkualitas dan tepat sasaran,” ujarnya.

Kamrussamad menilai dukungan terhadap UMKM menjadi langkah strategis. Kebijakan penghapusan tagihan utang membuka ruang pemulihan usaha.

Ia juga melihat penurunan suku bunga perbankan sebagai sinyal positif bagi sektor usaha.

Penyaluran kredit ke sektor produktif dinilai perlu terus ditingkatkan.

“Dana pihak ketiga seharusnya disalurkan ke dunia usaha, bukan hanya ditempatkan pada instrumen yang minim risiko. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Ia menegaskan sinergi kebijakan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan yang berkualitas.

“Kolaborasi kebijakan harus diperkuat agar ekonomi nasional lebih produktif dan mampu menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.

Penulis :
Khalied Malvino
Kemenkeu 2026