
Pantau - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menilai Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, memiliki peran penting dalam menjaga pasokan cabai dan stabilitas harga komoditas tersebut yang berpengaruh besar terhadap laju inflasi daerah.
Keterangan itu disampaikan Hanif saat menghadiri kegiatan panen cabai di lahan Kelompok Tani Gawi Bersama di Desa Tawia, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Hulu Sungai Selatan Syafrudin Noor, Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan Suriani, jajaran Forkopimda, Kepala SKPD Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta sejumlah kepala SKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Cabai Jadi Komoditas Strategis Pengendali Inflasi
Hanif mengungkapkan, "Cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap laju inflasi di Kalimantan Selatan."
Ia mengungkapkan, "Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kalimantan Selatan. Kontribusi Hulu Sungai Selatan sangat besar dalam menjaga kestabilan harga komoditas ini."
Menurut Hanif, harga cabai termasuk komoditas yang sangat fluktuatif sehingga memerlukan pengelolaan rantai pasok yang baik mulai dari tingkat petani hingga pasar.
Pemerintah menilai pemantauan harga dari hulu hingga hilir harus dilakukan secara berkelanjutan agar petani memperoleh harga yang layak dan konsumen tidak dirugikan.
Hanif mengungkapkan, "Kita tahu harga cabai bisa naik turun dengan cepat. Bahkan pergerakan harganya bisa berubah setiap jam. Karena itu, informasi harus dikawal bersama agar rantai pasok berjalan baik dan petani tidak dirugikan."
Desa Tawia Diusulkan Masuk Program KSPEAN
Panen cabai tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga komoditas strategis.
Selain persoalan harga dan pasar, Hanif juga menyoroti tantangan budidaya cabai yang memerlukan perawatan intensif dan telaten.
Ia menjelaskan tanaman cabai termasuk sensitif terhadap kondisi cuaca sehingga curah hujan yang tinggi dapat memengaruhi produktivitas tanaman.
Desa Tawia menjadi salah satu wilayah yang diusulkan masuk dalam program KSPEAN dengan rencana pengembangan lahan pertanian cabai seluas 20 hektare.
Saat ini sekitar 5 hektare lahan telah ditanami cabai oleh Kelompok Tani Gawi Bersama.
Pemerintah berharap pengembangan kawasan cabai di Desa Tawia dapat meningkatkan produksi pertanian daerah, memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Selatan, serta membantu pengendalian inflasi melalui ketersediaan pasokan yang berkelanjutan.
Hanif berharap kawasan cabai Desa Tawia dapat menjadi salah satu sentra produksi yang berkontribusi terhadap stabilitas harga dan ketersediaan cabai di Kalimantan Selatan.
- Penulis :
- Leon Weldrick








