
Pantau - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawal progres pengembangan teknologi biosimilar dan ekspansi ekspor pangan olahan di Sidoarjo melalui kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap PT Bernofarm dan PT Sekar Laut Tbk sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat sekaligus mendukung kemandirian farmasi serta ketahanan pangan nasional.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen BPOM dalam memastikan keamanan, mutu, dan kualitas produk yang dihasilkan industri nasional.
Ia mengungkapkan, "BPOM secara resmi telah menerbitkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bagi fasilitas drug substance dan drug product produk uji klinik biosimilar PT Bernofarm".
BPOM Kawal Pengembangan Biosimilar PT Bernofarm
BPOM secara resmi telah menerbitkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bagi fasilitas drug substance dan drug product untuk produk uji klinik biosimilar milik PT Bernofarm.
Penerbitan sertifikat tersebut dilakukan melalui sistem pengawasan ketat yang mencakup tahap pre-market hingga post-market.
Taruna Ikrar menegaskan pengawasan yang dilakukan regulator bertujuan memastikan seluruh prosedur dan standar operasional dijalankan dengan benar oleh industri.
Ia mengatakan, "Tugas kami itu memastikan bahwa betul-betul semua prosedur standar terjalankan. Pengawasan ini bukan untuk mempersulit, tetapi untuk melindungi. Kalau terjadi kesalahan di kemudian hari, investasi ratusan miliar bisa habis dan masyarakat yang menjadi korban. Makanya, kami tidak main-main dalam mengawal".
Presiden Direktur PT Bernofarm Haryanto Poedjianto menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan BPOM selama proses pengembangan fasilitas biosimilar.
Menurut Haryanto, status global WHO-Listed Authority (WLA) yang dimiliki BPOM menjadi keuntungan besar bagi industri dalam memperluas akses ekspor ke berbagai negara.
Ia mengungkapkan, "Terima kasih Prof. Taruna atas dukungannya sejak tahun lalu hingga saat ini berkenan meninjau langsung perkembangan fasilitas kami. Kami juga sangat bersyukur bulan lalu telah mendapatkan sertifikat CPOB produk biosimilar untuk skala uji klinik. Ini adalah kemajuan besar bagi kami untuk melangkah ke tahap berikutnya".
Inspeksi PT Sekar Laut Tbk Dorong Ekspor dan Perlindungan Konsumen
Setelah meninjau PT Bernofarm, BPOM melanjutkan monitoring dan evaluasi ke PT Sekar Laut Tbk yang merupakan produsen kerupuk dengan kapasitas produksi mencapai 25 ton per hari.
Perusahaan tersebut telah mengantongi sembilan sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB).
Taruna Ikrar menyebut PT Sekar Laut Tbk telah mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara dan memperoleh persetujuan dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) sejak Agustus 2025.
BPOM juga melakukan inspeksi langsung terhadap seluruh lini produksi untuk memastikan tidak terdapat potensi kontaminasi fisik maupun kimia yang dapat membahayakan konsumen.
Ia mengatakan, "Latar belakang kami jelas, memastikan keamanan, memastikan kualitas dalam perlindungan masyarakat dari pre-market sampai post-market. Surat keterangan ekspor itu semua bukan sekadar stempel. Itu jaminan. Monitoring evaluasi wajib hukumnya bagi kami. Supaya bukan hanya melindungi masyarakat, tapi melindungi industri juga".
Senior Manager PT Sekar Laut Tbk Bambang menyambut positif transformasi layanan BPOM yang dinilai semakin digital, transparan, dan berbasis sains atau science-based regulation.
Menurutnya, perubahan sistem tersebut berhasil memangkas birokrasi dan mempermudah pelaku usaha dalam mengurus perizinan.
Ia mengatakan, "BPOM bagi kami merupakan mitra strategis, terutama 2 tahun lalu saat kami mengurus approval number ke Arab Saudi. Berkat bantuan BPOM, izin tersebut bisa segera terbit. Alhamdulillah, sekarang sistemnya sudah berbasis online, pelayanan BPOM menunjukkan progres yang sangat bagus".
Taruna Ikrar menegaskan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, BPOM ingin memastikan pengawasan berstandar internasional dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi nasional dan peningkatan daya saing industri.
Ia mengatakan, "Kehadiran BPOM ke fasilitas produksi obat dan makanan ini sekaligus memastikan produk karya anak bangsa aman dikonsumsi di dalam negeri, juga memiliki daya saing tinggi di kancah internasional".
- Penulis :
- Arian Mesa








