
Pantau - Bisnis daun bambu dan produksi zongzi di wilayah Xiuning, Kota Huangshan, Provinsi Anhui, China timur, mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan dengan menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Penjualan Zongzi Capai Ratusan Ribu Yuan
Desa Shiren yang dikenal sebagai kampung halaman zongzi di wilayah Huizhou kuno memiliki tradisi panjang dalam pembuatan makanan berbahan beras ketan yang dibungkus daun tersebut.
Nilai penjualan tahunan zongzi di Desa Shiren telah mencapai 900.000 yuan atau sekitar 133.000 dolar AS.
Usaha zongzi di desa tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan penting bagi warga dan turut memperkuat ekonomi lokal.
Sejumlah pelaku usaha muda, termasuk Zheng Hui, terus mengembangkan produksi zongzi dengan memanfaatkan bahan baku lokal dan mempertahankan tradisi kuliner setempat.
Daun Bambu Jadi Sumber Ekonomi Baru
Desa Xitian yang juga berada di wilayah Xiuning memanfaatkan sumber daya daun bambu yang melimpah untuk mengembangkan industri pengolahan daun bambu.
Daun bambu yang diproduksi di desa tersebut digunakan sebagai bahan baku berkualitas tinggi untuk pembuatan zongzi oleh sejumlah perusahaan makanan ternama.
Pengembangan industri daun bambu membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan nonkayu di kawasan pedesaan.
Aktivitas pemilahan dan pengolahan daun bambu dilakukan oleh warga desa sebagai bagian dari rantai pasok industri makanan yang terus berkembang di wilayah tersebut.
Industri daun bambu dan usaha zongzi kini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian pedesaan di Xiuning dengan menggabungkan potensi sumber daya alam dan tradisi lokal.
- Penulis :
- Aditya Yohan








