HOME  ⁄  Ekonomi

Bapanas Sebut 7,7 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Disalurkan ke Masyarakat dalam Tiga Tahun

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bapanas Sebut 7,7 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Disalurkan ke Masyarakat dalam Tiga Tahun
Foto: (Sumber :Petugas menata kemasan beras SPHP dan bantuan pangan pada kegiatan promosi dan pemasaran hasil pertanian di area persawahan. ANTARA/HO-Bapanas/pri.)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat sebanyak 7,75 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) telah disalurkan kepada masyarakat sepanjang 2023 hingga 2025 untuk menjaga stabilitas pasokan, harga pangan, dan ketahanan pangan nasional.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan stok CBP yang dikelola bersama Perum Bulog terus dimanfaatkan melalui berbagai program pemerintah yang menyasar masyarakat luas.

"Total cadangan beras pemerintah yang telah disalurkan dalam rentang tahun 2023 sampai 2025 mencapai 7,75 juta ton," kata Ketut.

Penyaluran tersebut dilakukan untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga akses terhadap beras dengan harga yang terjangkau di tengah dinamika pasar pangan.

Bantuan Pangan dan SPHP Jadi Penyaluran Terbesar

Bapanas mencatat penyaluran CBP pada 2023 mencapai 2,76 juta ton, kemudian meningkat menjadi 3,37 juta ton pada 2024, dan terealisasi 1,62 juta ton sepanjang 2025.

Program penyaluran dilakukan melalui bantuan pangan beras, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), kebutuhan golongan anggaran, hingga penanganan tanggap darurat bencana.

"Juga demi membantu masyarakat di daerah yang sedang mengalami bencana alam," ujar Ketut.

Pada 2025, penyaluran terbesar berasal dari program SPHP beras sebanyak 802,9 ribu ton, disusul bantuan pangan beras sebesar 710,78 ribu ton, golongan anggaran 92,1 ribu ton, dan tanggap darurat 13,16 ribu ton.

Stok Beras Nasional Tembus 5,2 Juta Ton

Ketut menegaskan program penyaluran CBP tetap dilanjutkan pada 2026 seiring upaya pemerintah memperkuat cadangan beras melalui penyerapan hasil panen petani dalam negeri.

"Saat ini pemerintah fokus penyerapan panen petani kita untuk CBP. Ini juga diiringi dengan pelaksanaan program penyaluran ke masyarakat sampai akhir tahun nanti. Upaya ini harus kontinyu diimplementasikan agar hulu dan hilir selalu terjaga kestabilannya," ungkapnya.

Hingga 18 Juni 2026, realisasi penyaluran CBP telah mencapai 946,8 ribu ton yang terdiri atas bantuan pangan beras, SPHP, golongan anggaran, dan tanggap darurat.

"Pemerintah pun telah memutuskan bantuan pangan beras ditambah 3 bulan alokasi di semester kedua tahun ini," jelas Ketut.

Sementara itu, stok beras yang tersimpan di Bulog mencapai 5,2 juta ton per 18 Juni 2026, didukung pengadaan beras dalam negeri sebanyak 3,18 juta ton sejak awal tahun.

Pemerintah Tegaskan Tak Perlu Impor Beras

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level tertinggi sehingga pemerintah tidak berencana melakukan impor.

"Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka. Kalau dulu, stok di Bulog hanya 1 juta ton kemudian harga naik, kesimpulannya impor. Sekarang berbeda. Kita surplus. Kita sudah swasembada," ujarnya.

Laporan Rice Outlook edisi Mei 2026 dari United States Department of Agriculture (USDA) juga mencatat Indonesia menjadi salah satu negara dengan peningkatan produksi beras tahunan tertinggi di dunia bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.

Penulis :
Ahmad Yusuf