
Pantau - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman memperkenalkan sistem pertanian modern Advanced Agricultural System pada pembukaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6), sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mempercepat swasembada pangan nasional.
Amran menjelaskan sistem tersebut merupakan hasil penggabungan berbagai metode pertanian modern yang dikembangkan dari pengalaman Indonesia serta sejumlah negara lain seperti China dan Amerika Serikat.
“Ini adalah penemuan baru, ini adalah metode baru yang kami combine antara metode baru dari Indonesia dan kami temukan dari China kemudian di Amerika, ini kami coba memadukan,” ungkapnya.
Produktivitas Padi Ditargetkan Tembus 10 Ton per Hektare
Menurut Amran, teknologi pertanian menjadi faktor utama dalam meningkatkan hasil produksi melalui penggunaan benih unggul, pengelolaan irigasi yang lebih baik, mekanisasi pertanian, serta penerapan pola tanam yang lebih efisien.
Pemerintah saat ini menjalankan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan guna mempercepat peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan.
Melalui penerapan Advanced Agricultural System, produktivitas padi disebut dapat mencapai lebih dari 10 ton per hektare.
Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produktivitas nasional yang saat ini berada di kisaran 5,5 ton per hektare.
Stok Beras dan Kesejahteraan Petani Meningkat
Amran juga mengungkapkan stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah sehingga Perum Bulog harus menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa gudang baru.
Peningkatan produksi pangan, menurutnya, turut berdampak pada kesejahteraan petani.
Harga gabah yang sebelumnya berada di kisaran Rp5.000 per kilogram kini mencapai minimal Rp6.500 per kilogram.
Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat berada pada level tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
Pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk subsidi sekitar 20 persen meskipun harga pupuk dunia mengalami tren kenaikan.
Gorontalo Jadi Etalase Teknologi Pertanian Modern
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan sistem Advanced Agricultural System menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan kepada ribuan peserta PENAS XVII dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, metode demonstrasi lapangan lebih efektif karena petani dapat melihat langsung hasil penerapan teknologi dibanding hanya menerima teori.
“Ini merupakan kesempatan emas bagi seluruh peserta dari semua daerah untuk lihat teknologi ini diterapkan di daerah masing-masing,” kata Gusnar.
Ia berharap berbagai inovasi yang ditampilkan dalam PENAS XVII dapat diadopsi secara luas untuk meningkatkan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





