HOME  ⁄  Ekonomi

PLN Percepat Pengadaan Batu Bara Kalori Menengah untuk Jaga Pasokan Listrik di Jawa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PLN Percepat Pengadaan Batu Bara Kalori Menengah untuk Jaga Pasokan Listrik di Jawa
Foto: (Sumber :Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5/2026) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. ANTARA/HO-PLN..)

Pantau - PT PLN (Persero) mempercepat pengadaan pasokan batu bara kalori menengah (medium rank coal) untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan mendukung pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Jawa yang terdampak pemadaman bergilir.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan percepatan dilakukan melalui penandatanganan kontrak dengan pemasok batu bara yang telah mendapat penugasan dari pemerintah.

“Kami juga mempercepat penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara, terutama medium rank coal yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah,” ungkap Darmawan.

PLN juga melakukan koordinasi intensif dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno guna mempercepat proses pengadaan.

Menurut Darmawan, dukungan alokasi medium rank coal dan arahan dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia diharapkan mampu memperlancar proses penyediaan tenaga listrik nasional.

Pasokan Mulai Disalurkan ke PLTU

Darmawan menjelaskan pasokan batu bara kalori menengah saat ini mulai mengalir ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa, baik milik PLN, mitra PLN, maupun Independent Power Producer (IPP).

Untuk wilayah Jawa bagian barat, pasokan disalurkan ke PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya 1 hingga 8, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, serta Indramayu.

Sementara di Jawa bagian timur, pasokan diperuntukkan bagi PLTU Paiton 1 dan 2, Paiton 9, Rembang, Pacitan, dan Tanjung Awar-awar.

Percepatan distribusi tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan mendukung operasional pembangkit secara optimal.

PLN Minta Maaf atas Pemadaman Bergilir

Dalam kesempatan itu, Darmawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terjadinya pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa.

“Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta metrik ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, PLN telah mengamankan kontrak pasokan sebesar 134 juta ton sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton.

Bahlil menjelaskan kendala utama berada pada ketersediaan batu bara kalori menengah dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal per kilogram GAR yang dibutuhkan pembangkit PLN.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian ESDM membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori menengah dan membuka peluang revisi harga batu bara bagi PLN guna menjaga keberlanjutan pasokan.

Saat ini harga batu bara untuk kebutuhan domestic market obligation (DMO) PLN ditetapkan sebesar 70 dolar AS per ton.

Penulis :
Aditya Yohan