
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan perjalanan akhir pekan menggunakan kereta api tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pedagang kecil dan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di sekitar stasiun.
KAI mencatat melayani 214.045.803 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026 atau meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 199.663.907 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pelanggan turut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar stasiun.
"Ada pedagang bekal, penjual kopi, warung sarapan, pengemudi transportasi lanjutan, pembuat camilan daerah, hingga pelaku UMK oleh-oleh yang merasakan manfaat dari meningkatnya mobilitas pelanggan kereta api," ungkapnya.
Stasiun dinilai tidak hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi berbagai pelaku usaha lokal.
Jumlah Penumpang Kereta Api Terus Meningkat
Dari total pelanggan KAI Group selama Januari–Mei 2026, sebanyak 24.372.733 pelanggan menggunakan layanan KA Jarak Jauh dan Lokal, meningkat 9,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 22.168.570 pelanggan.
Sementara pada Mei 2026 saja, jumlah pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal mencapai 5.154.293 orang atau naik 15,6 persen dibandingkan Mei 2025 yang tercatat 4.458.901 pelanggan.
Rincian pelanggan KAI Group selama Januari–Mei 2026 meliputi 169.047.494 pelanggan KAI Commuter, 2.905.389 pelanggan KAI Bandara, 13.211.856 pelanggan LRT Jabodebek, 131.843 pelanggan KAI Wisata, 1.815.017 pelanggan LRT Sumsel, 145.735 pelanggan KA Makassar–Parepare, dan 2.415.736 pelanggan Whoosh.
Menurut Anne, setiap pelanggan yang datang ke stasiun berpotensi menjadi pembeli produk lokal, pengguna jasa transportasi lanjutan, maupun pelanggan pelaku UMK di sekitar kawasan stasiun.
Stasiun Baru Aktif Picu Perputaran Ekonomi Warga
KAI juga menyoroti perkembangan sembilan stasiun yang sepanjang 2025 belum melayani naik-turun pelanggan, namun mulai aktif pada Januari–Mei 2026.
Total pelanggan naik-turun di sembilan stasiun tersebut mencapai 184.136 orang, terdiri atas 91.850 pelanggan naik dan 92.286 pelanggan turun.
Stasiun Wonogiri mencatat jumlah pelanggan tertinggi dengan 63.667 pelanggan, disusul Kayutanam sebanyak 52.475 pelanggan dan Sicincin sebanyak 41.681 pelanggan.
Stasiun Comal menjadi salah satu contoh pertumbuhan signifikan setelah tidak melayani pelanggan sepanjang 2025 dan tiga bulan pertama 2026, kemudian mencatat 512 pelanggan pada April 2026 dan meningkat menjadi 5.623 pelanggan pada Mei 2026.
"Perubahan dari nol menjadi ribuan pelanggan dapat berdampak langsung terhadap pendapatan pedagang kecil, warung, transportasi lokal, dan usaha oleh-oleh daerah," ujar Anne.
Selain mendorong mobilitas masyarakat, KAI juga menjalankan program pemberdayaan UMK melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), termasuk target pembinaan 25 UMK melalui KAI Certified, 80 UMK melalui KAI Next Class, dan 10 UMK melalui KAI Creative Space pada 2026.
KAI turut menargetkan keterlibatan 50 UMK dalam program KAI Exhibition, sementara pada triwulan pertama 2026 sebanyak delapan UMK telah difasilitasi mengikuti pameran INACRAFT 2026 untuk memperluas akses pasar.
Anne menegaskan setiap pelanggan yang naik dan turun di stasiun tidak hanya membawa cerita perjalanan, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
- Penulis :
- Gerry Eka





