HOME  ⁄  Ekonomi

Wamendag Perluas Akses Pasar dan Investasi Indonesia Lewat Forum Internasional di Uzbekistan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Wamendag Perluas Akses Pasar dan Investasi Indonesia Lewat Forum Internasional di Uzbekistan
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti menghadiri pembukaan Tashkent International Investment Forum (TIIF) 2026 di Tashkent, Uzbekistan, Rabu (17/6/2026)

Pantau - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti memperluas akses pasar produk dan investasi Indonesia di kawasan Asia Tengah melalui partisipasi dalam Tashkent International Investment Forum (TIIF) 2026 yang berlangsung di Uzbekistan pada 16–19 Juni 2026.

Kehadiran Wamendag dalam forum investasi terbesar di Asia Tengah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat diplomasi ekonomi sekaligus membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi Indonesia.

Pemerintah Indonesia memandang Uzbekistan sebagai salah satu mitra strategis dalam memperluas kerja sama ekonomi di kawasan Asia Tengah yang memiliki prospek pertumbuhan menjanjikan.

Roro menegaskan bahwa kehadiran Indonesia di Uzbekistan tidak hanya bertujuan mempererat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha nasional.

Dorong Diversifikasi Pasar Ekspor

Pemerintah ingin memastikan produk-produk Indonesia semakin dikenal dan memperoleh akses pasar yang lebih luas di kawasan Asia Tengah.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan diversifikasi pasar ekspor nasional yang sedang dijalankan pemerintah.

Menurut Roro, Uzbekistan dan negara-negara Asia Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam memperkuat perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan.

Selama kunjungan kerja di Tashkent, Wamendag juga melakukan berbagai pertemuan dengan pejabat pemerintah, mitra usaha, dan pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi peluang kerja sama ekonomi yang dapat mendukung peningkatan perdagangan Indonesia di kawasan tersebut.

Percepat Perundingan IU-FTA

Indonesia dan Uzbekistan saat ini terus menjajaki percepatan perundingan Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA).

Perjanjian tersebut dipandang sebagai instrumen penting untuk meningkatkan akses pasar, mengurangi hambatan perdagangan, serta menciptakan peluang usaha yang lebih besar bagi pelaku usaha kedua negara.

Roro menilai hubungan ekonomi Indonesia dan Uzbekistan menunjukkan tren positif dan masih memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan.

Untuk memperkuat hubungan tersebut, diperlukan langkah konkret melalui diversifikasi produk perdagangan, peningkatan kerja sama investasi, serta penguatan konektivitas bisnis antar pelaku usaha.

TIIF 2026 dibuka secara resmi oleh Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev dan dihadiri sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Albania Bajram Begaj, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, Perdana Menteri Belarus Aleksandr Turchin, Perdana Menteri Azerbaijan Ali Asadov, Perdana Menteri Kazakhstan Olzhas Bektenov, Ketua Kabinet Menteri Kirgizstan Adylbek Kasymaliev, serta Perdana Menteri Tajikistan Kokhir Rasulzoda.

Dalam pidatonya, Mirziyoyev menegaskan komitmen Uzbekistan untuk melanjutkan reformasi ekonomi, meningkatkan kemudahan berusaha, dan memperkuat iklim investasi yang terbuka serta kompetitif.

Forum yang diikuti ribuan peserta dari berbagai negara tersebut menjadi salah satu platform utama bagi Uzbekistan untuk memperkuat posisinya sebagai pusat investasi dan perdagangan di kawasan Asia Tengah.

Penulis :
Gerry Eka