
Pantau - Kelompok Tani Hutan (KTH) Sinar Nilam dari Kalimantan Timur berhasil mengekspor komoditas lidi nipah curah ke pasar India dengan total volume pengiriman mencapai 39,80 ton dalam kurun waktu dua tahun terakhir dan menghasilkan nilai perdagangan internasional sebesar Rp426.505.000.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, Rusmadi, menyatakan keberhasilan tersebut membuktikan bahwa produk perhutanan sosial mampu menembus pasar internasional.
"Langkah ekspor ini terbukti mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara," ungkapnya.
Pendapatan dari aktivitas ekspor tersebut menjadi kontribusi langsung bagi pengelola hutan yang tergabung dalam kelompok tani.
Nilai Ekspor Capai Ratusan Juta Rupiah
Rusmadi menjelaskan nilai penjualan ekspor pada tahun 2025 mencapai Rp291.450.000.
Capaian ekspor selama periode Januari hingga April 2026 tercatat sebesar Rp135.055.000.
"Rincian transaksi ekspor kelompok tani itu mencakup nilai penjualan tahun 2025 sebesar Rp291.450.000 ditambah capaian Rp135.055.000 hingga bulan April tahun 2026," jelasnya.
Pengiriman komoditas lidi nipah ke pasar internasional dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan penyalur ekspor swasta yang berada di Jakarta.
Seluruh bahan baku lidi nipah yang diekspor berasal dari kawasan Perhutanan Sosial di Desa Muara Kembang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Panen Berkelanjutan dan Perlindungan Kawasan Hutan
Proses pemanenan daun nipah dilakukan langsung oleh masyarakat setempat dengan menerapkan prinsip keberlanjutan.
"Proses pengambilan daun nipah oleh masyarakat desa selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan yang dilakukan secara bertahap selama 20 hari setiap bulan," kata Rusmadi.
Praktik pemanenan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan sumber daya alam sekaligus mendukung keberlanjutan produksi.
Selain berfokus pada peningkatan ekonomi masyarakat, KTH Sinar Nilam juga menjalankan kegiatan perlindungan lingkungan melalui patroli kawasan secara rutin.
Patroli dilakukan minimal satu kali setiap minggu untuk mencegah kerusakan ekosistem serta menjaga kelestarian lingkungan hutan beserta populasi flora dan fauna.
Program perhutanan sosial yang dijalankan kelompok tani tersebut memberikan manfaat berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, pembukaan akses pasar internasional bagi hasil hutan non-kayu, serta pelestarian kawasan hutan melalui pengelolaan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari KPHP Delta Mahakam dan Pertamina Hulu Mahakam.
Keberhasilan ekspor lidi nipah ke India menjadi contoh pemanfaatan hasil hutan non-kayu yang mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
- Penulis :
- Arian Mesa





