
Pantau - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terus memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional melalui berbagai program asistensi ekspor yang digelar di sejumlah daerah.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo mengatakan keterbatasan pemahaman mengenai prosedur ekspor dan fasilitas kepabeanan masih menjadi tantangan bagi banyak UMKM dalam memperluas pasar ke tingkat global.
"Asistensi ekspor yang dilaksanakan unit-unit vertikal Bea Cukai di berbagai daerah menjadi bentuk pelaksanaan fungsi trade facilitator dan industrial assistance guna mendorong peningkatan daya saing produk lokal serta mendukung kinerja ekspor nasional," ungkap Budi.
Klinik Ekspor Dorong UMKM Naik Kelas
Bea Cukai Bogor memberikan pendampingan kepada CV Bahari Tirta Utama melalui program Klinik Ekspor yang dilaksanakan dalam skema Customs Visit Customer (CVC) pada 11 Juni 2026.
Program tersebut bertujuan menggali profil perusahaan, mengidentifikasi potensi ekspor, serta memberikan pemahaman mengenai prosedur ekspor, ketentuan kepabeanan, dokumen yang diperlukan, hingga peluang pasar internasional.
CV Bahari Tirta Utama merupakan UMKM yang bergerak di bidang produksi pakan ternak dan telah beroperasi selama 21 tahun.
Perusahaan tersebut memproduksi susu bubuk hewan merek Maxinos, pupuk organik, media tanam, serta biomassa berupa wood pellet.
Selain melayani pasar domestik, produk feed supplement perusahaan itu pernah diekspor ke Vietnam pada 2015.
Asistensi Langsung ke Pelaku Usaha Daerah
Bea Cukai Tanjung Balai Karimun juga melakukan kunjungan kerja dan asistensi langsung kepada sejumlah pelaku usaha di Pulau Moro pada 11 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menyasar PT Kepri Central Coconut, CV Moro Sukses, PT Kerupuk Ikan Cap Udang Kara, dan PT Pulau Mas Moro Mulia.
Melalui pendampingan itu, Bea Cukai membuka ruang diskusi untuk memetakan potensi usaha sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam mengembangkan pasar ekspor.
Bea Cukai berharap komoditas unggulan dari Pulau Moro dapat memiliki akses yang lebih luas ke pasar internasional.
Perkenalkan Fasilitas Kepabeanan untuk UMKM Ekspor
Sementara itu, Bea Cukai Cilacap memberikan asistensi kepada KYE Ecoprint dan Rajasamas Batik pada 11 hingga 12 Juni 2026.
KYE Ecoprint diketahui telah menembus pasar Malaysia dan Turki, sedangkan Rajasamas Batik telah melakukan ekspor ke Singapura dan New Caledonia.
Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai memperkenalkan Program Agen Fasilitas Kepabeanan sebagai bentuk dukungan kepada UMKM yang berorientasi ekspor.
Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis Bea Cukai Cilacap Andi Chusna menegaskan pihaknya berkomitmen menjadi mitra strategis bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Melalui edukasi, asistensi, dan fasilitasi yang berkelanjutan, Bea Cukai berharap semakin banyak UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar internasional dan memperkenalkan produk unggulan daerah ke berbagai negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





