HOME  ⁄  Ekonomi

Kementerian ESDM Perkuat Penerapan ESG untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Tambang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian ESDM Perkuat Penerapan ESG untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Tambang
Foto: (Sumber :Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian ESDM Cecep Mochammad Yasin saat memberikan sambutan pada acara Dialog Mineral Kritis di Jakarta. ANTARA/Khaerul Izan.)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam tata kelola pertambangan nasional guna meningkatkan daya saing industri mineral Indonesia di tengah tuntutan pasar global terhadap praktik pertambangan berkelanjutan.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM Cecep Mochammad Yasin mengatakan standar keberlanjutan kini menjadi faktor penting yang menentukan akses pasar dan daya saing produk mineral Indonesia.

“Pasar global saat ini tidak hanya menilai kualitas produk mineral yang dihasilkan, tetapi juga menilai bagaimana mineral tersebut diproduksi,” ungkap Cecep.

Menurutnya, pemerintah mulai mengintegrasikan aspek ESG dalam proses evaluasi dan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan pertambangan.

ESG Masuk Evaluasi Kinerja Perusahaan Tambang

Cecep menjelaskan perusahaan tambang kini diwajibkan menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang disusun bersama pemerintah daerah sebagai bagian dari aspek sosial ESG.

Dari sisi lingkungan, perusahaan didorong meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi, memperkuat pengelolaan limbah dan air tambang, serta melaksanakan reklamasi dan pascatambang secara bertanggung jawab.

Ia menyebut sejumlah perusahaan telah menerapkan standar internasional seperti Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) dan melakukan pengurangan emisi melalui elektrifikasi alat berat serta penggunaan energi yang lebih bersih.

Tambang Berkelanjutan Jadi Syarat Akses Pasar Global

Ditjen Minerba saat ini juga melakukan kajian untuk menyelaraskan standar nasional dengan praktik ESG global melalui analisis kesenjangan antara regulasi dalam negeri dan standar internasional.

Menurut Cecep, langkah tersebut diperlukan karena semakin banyak perusahaan global yang menjadikan standar keberlanjutan sebagai syarat utama dalam kontrak pasokan bahan baku, terutama untuk industri kendaraan listrik, energi bersih, dan teknologi.

Ia mencontohkan kerja sama Vale Indonesia dengan produsen otomotif dunia seperti Ford dan Volkswagen yang menerapkan standar ESG dalam rantai pasok mineral.

“Pasar global saat ini bergerak ke arah yang semakin menuntut praktik pertambangan berkelanjutan. Karena itu ESG bukan lagi sekadar kepatuhan, tetapi telah menjadi faktor penentu daya saing dan akses pasar bagi industri mineral,” ujarnya.

Kementerian ESDM menilai penerapan ESG akan semakin penting mengingat Indonesia memiliki cadangan mineral strategis seperti nikel, tembaga, timah, dan bauksit yang dibutuhkan dalam transisi energi global.

Penulis :
Aditya Yohan