
Pantau - Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha menilai peran aktif generasi Z menjadi faktor krusial bagi masa depan sektor energi nasional dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045 karena energi merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan industri, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Gen Z Didorong Ambil Peran Strategis di Sektor Energi
Hangga mengatakan generasi muda memiliki peluang besar untuk berkontribusi sebagai inovator, profesional, akademisi, hingga pembuat kebijakan dalam membangun kemandirian energi nasional.
“Mengingat energi merupakan fondasi vital bagi sektor industri, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, maka peran aktif gen Z sebagai inovator, profesional, akademisi, maupun pembuat kebijakan sangat krusial dalam menentukan arah kemandirian bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan sektor energi nasional menawarkan peluang karier yang luas, mulai dari industri minyak dan gas bumi, panas bumi, energi surya, energi angin, hidrogen, hingga pengelolaan mineral kritis untuk rantai pasok kendaraan listrik.
Dalam perhelatan Education Festival Indonesia 2026 di Kemendiktisaintek Jakarta pada Minggu (21/6), Hangga juga mengajak mahasiswa menyusun target jangka pendek dan panjang melalui keterlibatan dalam organisasi, program magang, pengembangan jejaring profesional, serta mencari mentor yang sejalan dengan visi mereka.
“Dunia profesional memiliki budaya dan dinamikanya tersendiri yang sering kali tidak kita dapatkan di dalam ruang kelas perkuliahan. Ketimbang takut pada tantangan dan menganggapnya sebagai beban yang melelahkan, ubah cara pandang untuk melihat tantangan sebagai rintangan yang memacu diri menemukan solusi,” ungkapnya.
AI dan Energi Terbarukan Jadi Tantangan Sekaligus Peluang
Hangga menegaskan pemimpin masa depan harus memiliki kombinasi pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat untuk mampu bersaing di tingkat global.
“Kompetensi teknis mungkin membuat kita diterima di suatu industri, namun integritas dan karakter kuatlah yang membuat kita dipercaya,” katanya.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) dan ekonomi digital yang mengubah berbagai sektor, termasuk energi.
Menurutnya, teknologi AI saat ini telah digunakan di lingkungan Kementerian ESDM untuk memperkuat manajemen keselamatan kerja hingga mendeteksi potensi kebocoran fasilitas kilang.
Selain itu, tantangan pemerataan infrastruktur listrik dan internet di berbagai daerah harus menjadi pemacu bagi generasi Z untuk terus berinovasi sekaligus mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan guna menghadapi dampak perubahan iklim.
Hangga mengajak generasi muda menerapkan prinsip learn, create, and shine serta membangun reputasi positif melalui rekam jejak digital yang berintegritas.
“Generasi muda jangan takut gagal atau ragu melangkah keluar dari zona nyaman demi memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan NKRI,” ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





