HOME  ⁄  Ekonomi

Pengamat Minta Rantai Pasok Batu Bara PLN Dievaluasi Demi Cegah Gangguan Listrik Berulang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pengamat Minta Rantai Pasok Batu Bara PLN Dievaluasi Demi Cegah Gangguan Listrik Berulang
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Kapal tongkang memuat batu bara untuk pembangkit listrik PLN. Pasokan energi primer khususnya Batubara untuk PLTU PLN tidak ada yang statusnya emergency dengan rata-rata pada rentang 22, 2 - 31,9 hari operasi pembangkit (HOP). ANTARA/HO-PLN EPI.)

Pantau - Pengamat Energi dari Koalisi Energi Untuk Rakyat Kaharuddin menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai pasok batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) guna menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Kaharuddin menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Senin (22/6/2026), menyusul munculnya gangguan pasokan energi yang berdampak pada sistem kelistrikan.

Ia mengungkapkan, “Pemadaman yang terjadi berulang kali menunjukkan adanya persoalan yang lebih mendasar dalam pengelolaan sistem kelistrikan. Yang perlu dievaluasi bukan hanya gangguan teknis di lapangan, tetapi juga rantai pasok energi dan memastikan keandalan sistem tetap terjaga.”

Gangguan Pasokan Harus Diantisipasi

Kaharuddin menilai gangguan pasokan energi primer, khususnya batu bara, maupun keluarnya pembangkit dari sistem harus dapat diantisipasi melalui perencanaan yang matang dan manajemen risiko yang kuat.

Menurutnya, PLN sebagai operator sistem kelistrikan terbesar di Indonesia harus memiliki langkah mitigasi yang mampu meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Ia menegaskan listrik merupakan infrastruktur strategis yang menopang berbagai sektor mulai dari rumah tangga, pendidikan, layanan kesehatan, industri, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kaharuddin mengungkapkan, “Ketika listrik padam, yang terganggu bukan hanya aktivitas rumah tangga. Produktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha masyarakat ikut terdampak. Karena itu, pengelolaan sistem kelistrikan harus dilakukan dengan standar yang sangat tinggi.”

Pemerintah dan PLN Percepat Pasokan Batu Bara

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya mencermati adanya kendala pasokan batu bara kalori menengah dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal per kilogram GAR yang dibutuhkan pembangkit PLN.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membentuk tim pengadaan batu bara kalori menengah guna memastikan kebutuhan pembangkit tetap terpenuhi.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo pada Jumat (19/6) menyatakan pihaknya mempercepat pengadaan pasokan medium rank coal untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik.

Pasokan batu bara tersebut mulai disalurkan ke berbagai PLTU di Pulau Jawa, baik milik PLN, mitra PLN, maupun Independent Power Producer (IPP).

Beberapa PLTU yang menerima pasokan di wilayah Jawa bagian barat antara lain PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, serta Indramayu.

Di wilayah Jawa bagian timur, pasokan disalurkan ke PLTU Paiton 1 dan 2, Paiton 9, Rembang, Pacitan, dan Tanjung Awar-awar.

Penulis :
Ahmad Yusuf