HOME  ⁄  Ekonomi

Festival Mikul Buah Jadi Ruang Refleksi 105 Tahun Sejarah Pasar Minggu dan Sambut HUT Jakarta

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Festival Mikul Buah Jadi Ruang Refleksi 105 Tahun Sejarah Pasar Minggu dan Sambut HUT Jakarta
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pedagang buah menata dagangannya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww..)

Pantau - Festival Mikul Buah II Tahun 2026 akan menjadi ruang refleksi perjalanan 105 tahun sejarah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekaligus momentum menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta.

Festival yang mengusung tema “Refleksi 105 Tahun Pasar Minggu yang Selaras Menuju 5 Abad Kota Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya” akan digelar pada 27-28 Juni 2026 di Lapangan Ketahanan Pangan Palapa.

Menghidupkan Kembali Sejarah Pasar Minggu

Lurah Pasar Minggu Meilita Paramanandana mengatakan festival tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang Pasar Minggu sebagai kawasan perdagangan hasil bumi dan buah-buahan.

“Tahun ini, Festival Mikul Buah mengusung tema Refleksi 105 Tahun Pasar Minggu yang Selaras Menuju 5 Abad Kota Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya,” kata Meilita.

Menurut dia, nama Pasar Minggu telah dikenal sejak awal abad ke-20 sebagai sentra perdagangan hasil pertanian dan perkebunan.

Identitas tersebut hingga kini masih melekat kuat sebagai bagian dari sejarah dan karakter wilayah Pasar Minggu.

“Melalui Festival Mikul Buah, masyarakat Pasar Minggu berupaya menghidupkan kembali memori sejarah tersebut agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman dan urbanisasi,” ujarnya.

Meilita menegaskan festival itu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pelestarian sejarah, budaya, dan identitas lokal masyarakat Pasar Minggu.

Tradisi Mikul Buah menjadi simbol penghormatan kepada para petani, pedagang, dan masyarakat terdahulu yang berperan membangun Pasar Minggu sebagai pusat perdagangan hasil bumi.

Hadirkan Parade Kolosal dan UMKM

Persiapan festival melibatkan berbagai unsur masyarakat mulai dari RT, RW, LMK, FKDM, PKK, karang taruna, tokoh masyarakat, hingga Pemerintah Kelurahan Pasar Minggu dan para pemangku kepentingan.

Panitia juga mematangkan berbagai aspek teknis seperti penataan lokasi, keamanan, kebersihan, serta kehadiran tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Festival Mikul Buah tahun ini ditargetkan memecahkan Rekor Original Rekor Indonesia (ORI) melalui Parade Kolosal Mikul Buah yang melibatkan 500 peserta dari kalangan masyarakat dan pelajar.

Selain parade kolosal, festival akan diramaikan dengan pertunjukan seni budaya Betawi, pameran UMKM, bazar warga, kegiatan sosial, dan berbagai hiburan untuk masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pelestarian sejarah, pengembangan budaya, penguatan ekonomi kreatif, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menyambut usia hampir lima abad Kota Jakarta.

Penulis :
Aditya Yohan