HOME  ⁄  Ekonomi

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Menjadi Modal Usaha untuk Bangkitkan Ekonomi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Menjadi Modal Usaha untuk Bangkitkan Ekonomi
Foto: (Sumber :Dokumentasi warga Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang mengubah dana stimulan jadi modal usaha. ANTARA/HO-Satgas PRR.)

Pantau - Bantuan dana stimulan yang disalurkan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tidak hanya digunakan untuk memperbaiki rumah yang rusak, tetapi juga dimanfaatkan sebagai modal usaha guna membangkitkan perekonomian keluarga.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menyebut bantuan tersebut turut mendorong pemulihan ekonomi masyarakat melalui tumbuhnya usaha-usaha kecil di kawasan hunian sementara (huntara).

Dana Stimulan Jadi Modal Bangkit Pascabencana

Warga terdampak bencana mulai membangun kembali sumber penghidupan mereka di tengah proses pemulihan pascabencana.

Salah satunya adalah Milawati, warga Desa Meunasah Lhok, yang memanfaatkan bantuan untuk memperbaiki rumah dan membersihkan sisa lumpur akibat banjir.

Namun proses pemulihan yang dijalaninya tidak berjalan mudah karena banjir kembali terjadi saat rumahnya masih dalam tahap pembersihan.

Di tengah keterbatasan tersebut, Milawati memilih membuka usaha kecil di kawasan huntara dengan menjual berbagai makanan ringan.

“Hasil jualan ini kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Milawati mengatakan bantuan stimulan sebesar Rp8 juta yang diterimanya serta tambahan dana koperasi sebesar Rp200 ribu sangat membantu keluarganya untuk bangkit dari dampak bencana.

Saat ini ia tinggal bersama suaminya di kawasan huntara, sementara anak-anaknya bekerja di luar daerah dan satu anak masih menempuh pendidikan di pesantren.

Usaha Kecil Tumbuh di Kawasan Huntara

Kisah serupa juga dialami Salwati yang memanfaatkan sebagian dana stimulan sebagai modal usaha kecil di kawasan hunian sementara.

Berbagai makanan dan minuman dijual untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarganya.

“Jualan ini untuk memenuhi uang belanja hari-hari,” kata Salwati.

Satgas PRR menilai tumbuhnya usaha-usaha kecil di kawasan huntara menunjukkan bantuan yang diberikan tidak hanya berfungsi memulihkan kerusakan fisik akibat bencana.

Bantuan tersebut juga menjadi fondasi bagi pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak.

Warga mulai membangun kembali kemandirian ekonomi dan optimisme untuk menata kehidupan yang lebih baik setelah bencana.

Kisah Milawati dan Salwati menjadi gambaran bagaimana bantuan pemerintah dapat menjadi titik awal kebangkitan masyarakat dalam membangun kembali kehidupan dan sumber penghasilan mereka.

Penulis :
Ahmad Yusuf