
Pantau - Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto, menyatakan harga Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) seperti Pertamax Series pada bulan depan akan mengikuti perkembangan harga minyak dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Joko di Terminal BBM Plumpang, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026.
Joko menegaskan Pertamina Patra Niaga akan terus menyesuaikan harga JBU berdasarkan perubahan harga minyak global.
Ia mengungkapkan, "Untuk JBU, ya, itu Patra Niaga selama ini dan seterusnya memang akan merespons terhadap kenaikan atau penurunan harga minyak dunia".
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap dinamika harga minyak dunia yang terus berubah dan menjadi faktor utama dalam penentuan harga BBM nonsubsidi.
Harga Minyak Dunia Jadi Acuan Penentuan JBU
Joko menjelaskan penentuan harga JBU dilakukan dengan mengacu pada harga minyak pada satu bulan sebelumnya.
Ia mengatakan, "Nanti ke depan seperti apa, nanti kami lihat karena kami basisnya adalah harga satu bulan sebelumnya".
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga akan terus memantau perkembangan harga minyak global sebelum menetapkan harga JBU untuk periode berikutnya.
Harga minyak mentah Brent sempat mencapai 117 dolar AS per barel pada April 2026.
Setelah itu, harga Brent mengalami koreksi hingga turun ke kisaran 78 dolar AS per barel.
Penurunan tersebut terjadi setelah muncul kerangka damai antara Amerika Serikat dan Iran yang rencananya akan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni 2026.
Namun, harga minyak kembali meningkat pada Jumat, 19 Juni 2026.
Harga minyak mentah Brent kembali menembus level di atas 80 dolar AS per barel.
Kenaikan harga tersebut dipengaruhi meningkatnya risiko geopolitik.
Salah satu pemicunya adalah batalnya perundingan yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Iran.
Faktor lain yang turut mendorong kenaikan harga minyak adalah serangan baru Israel di Lebanon.
ICP Mei 2026 Turun Seiring Pelemahan Harga Global
Selain harga minyak dunia, perkembangan harga minyak mentah Indonesia juga menjadi perhatian dalam pemantauan pasar energi.
Harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) pada Mei 2026 tercatat sebesar 106,56 dolar AS per barel.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan ICP April 2026 yang mencapai 117,31 dolar AS per barel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan penurunan ICP terjadi seiring melemahnya harga minyak dunia.
Ia mengatakan, "Rata-rata ICP bulan Mei 2026 ditetapkan 106,56 dolar AS per barel, sejalan dengan penurunan harga minyak mentah utama dunia".
Laode menjelaskan penurunan ICP Mei 2026 juga dipengaruhi oleh turunnya harga minyak mentah acuan dunia, khususnya Dated Brent.
Kondisi tersebut berkaitan dengan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ketegangan yang mereda melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menurut Laode, sepanjang Mei 2026 pasar minyak global merespons sejumlah perkembangan yang mengarah pada deeskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pergerakan harga minyak dunia menjadi faktor utama yang akan menentukan arah harga Pertamax Series dan jenis BBM nonsubsidi lainnya pada bulan mendatang.
- Penulis :
- Leon Weldrick





