
Pantau - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai penguatan pasar domestik menjadi langkah strategis untuk mendorong Indonesia menjadi pemain penting dalam industri petrokimia global.
Esther mengatakan penguasaan pasar dalam negeri perlu menjadi prioritas sebelum industri nasional memperluas penetrasi ke pasar ekspor.
Menurut Esther, pemerintah perlu memfokuskan pengembangan industri petrokimia yang berorientasi pada kebutuhan pasar domestik.
Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kapasitas produksi yang efisien sekaligus menciptakan skala ekonomi yang kompetitif.
“Menurut saya fokus dulu pasar domestik, baru akan lebih mudah kuasai pasar ekspor. Karena dari pasar domestik belajar bagaimana economic scale,” ujar Esther.
Ia menilai penguatan pasar dalam negeri akan menjadi fondasi kuat bagi industri nasional untuk meningkatkan daya saing di pasar global.
Sektor petrokimia memiliki peran penting sebagai pemasok bahan baku plastik, serat sintetis, karet sintetis, bahan kimia fungsional, serta berbagai kebutuhan industri lainnya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mengupayakan agar industri petrokimia masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pemerintah juga memberikan pembebasan Bea Masuk impor liquefied petroleum gas (LPG) untuk industri petrokimia dan bahan baku plastik dalam paket stimulus ekonomi semester II 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut bertujuan menekan biaya produksi sekaligus membantu pelaku industri memperoleh alternatif bahan baku di tengah ketidakpastian global.
“Arahan Bapak Presiden dengan ketidakpastian situasi, maka pemerintah memberikan insentif untuk impor LPG dan bahan baku plastik. Nah, pemerintah menetapkan Bea Masuk 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia," ujar Airlangga.
Menurut Airlangga, kebijakan Bea Masuk 0 persen tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi hingga Rp2,25 triliun melalui pengurangan biaya produksi dan efek pengganda terhadap sektor ekonomi terkait.
“Dengan ini, (Bea Masuk 0 persen) diharapkan bisa meningkatkan nilai manfaat bagi sektor ekonomi sebesar Rp2,25 triliun berupa pengurangan cost bagi industri terkait dan efek multiplier efek atau efek pengganda yang bisa didorong,” kata dia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf





