
Pantau - Pemerintah Jepang menyatakan siap mengambil langkah "tegas" terhadap pergerakan nilai tukar yen jika diperlukan setelah mata uang tersebut mendekati rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat, kata Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama pada Selasa (23/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah Katayama menggelar pembicaraan daring dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent sehari sebelumnya.
Yen Tertekan Dekati Titik Terendah
Katayama mengatakan Jepang dan Amerika Serikat tetap berpegang pada kesepakatan bersama terkait kebijakan nilai tukar mata uang.
Ia mengungkapkan kedua negara sepakat bahwa intervensi pasar valuta asing hanya dilakukan untuk mengatasi volatilitas serta pergerakan mata uang yang tidak teratur.
Pada perdagangan terbaru, yen berada di kisaran atas 161 yen per dolar AS sehingga memicu spekulasi pasar mengenai kemungkinan intervensi pemerintah Jepang.
"kami mengadakan pembicaraan yang konstruktif di tengah berbagai perkembangan dalam lingkungan ekonomi global, dan saya merasa pandangan kami sangat sejalan," ungkap Katayama kepada wartawan.
Jika yen menembus level 161,96 per dolar AS yang tercatat pada Juli 2024, mata uang Jepang itu akan mencapai posisi terlemah sejak 1986.
Tekanan terhadap yen terus meningkat karena pelaku pasar memperkirakan selisih suku bunga Jepang dan Amerika Serikat masih akan bertahan dalam waktu dekat.
Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve juga turut mendorong pelemahan mata uang Jepang.
Jepang dan AS Perkuat Kerja Sama AI
Katayama menegaskan pembicaraan dengan Bessent bukan merupakan pertemuan darurat melainkan tindak lanjut dari hasil KTT G7 yang baru digelar di Prancis.
Selain membahas nilai tukar, Jepang dan Amerika Serikat juga sepakat memperkuat kerja sama terkait penggunaan teknologi kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan keamanan siber tingkat lanjut.
Kerja sama itu mencakup koordinasi dalam merespons potensi penyalahgunaan model AI canggih untuk melancarkan serangan siber.
Menurut Katayama, kedua negara akan bekerja sama mengawasi perkembangan teknologi tersebut guna meminimalkan risiko keamanan yang mungkin muncul.
Informasi ini dilaporkan oleh kantor berita Kyodo.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





