HOME  ⁄  Ekonomi

Purbaya Yudhi Sadewa Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nankai untuk Kontribusi di Bidang Ekonomi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Purbaya Yudhi Sadewa Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Nankai untuk Kontribusi di Bidang Ekonomi
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan China Lan Fo’an di Kantor Kementerian Keuangan China, Beijing, Rabu 17/6/2026 (sumber: Kementerian Keuangan)

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang ekonomi dari Universitas Nankai, China, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam mendorong kemajuan ekonomi dan keuangan di tingkat nasional maupun internasional.

Gelar Profesor Kehormatan tersebut diberikan langsung oleh Presiden Universitas Nankai, Chen Yulu, berdasarkan keputusan universitas yang menilai kontribusi Purbaya memiliki dampak signifikan dalam pengembangan sektor ekonomi dan keuangan.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Selasa, Purbaya menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya.

Menurut Purbaya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan China di bidang ekonomi, keuangan, dan pendidikan.

Ia mengungkapkan, "Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia dan insan pengelola keuangan negara yang terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi nasional."

Perkuat Hubungan Akademik Indonesia-China

Purbaya meyakini kolaborasi antara dunia akademik dan para pembuat kebijakan memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam surat resminya, Presiden Universitas Nankai mengundang Purbaya untuk menyampaikan kuliah kehormatan di kampus Universitas Nankai di Tianjin, China.

Ia juga dijadwalkan berdialog dengan para peneliti dan akademisi serta menghadiri seremoni penganugerahan gelar Profesor Kehormatan yang akan dilaksanakan di kampus tersebut.

Purbaya berharap penghargaan yang diterimanya dapat semakin memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan China.

Ia juga berharap kerja sama kedua negara di bidang pendidikan, riset, dan ekonomi dapat terus berkembang.

Menurutnya, penganugerahan tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan riset, pendidikan, dan kebijakan ekonomi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Kunjungan ke China Tegaskan Kepercayaan Investor

Sebelumnya, Purbaya menyatakan kepercayaan pemerintah China terhadap Indonesia tetap terjaga meskipun terdapat sejumlah keluhan terkait beberapa kebijakan nasional.

Pernyataan itu disampaikan setelah kunjungan resminya ke China pada 16–19 Juni 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Purbaya bertemu dengan Menteri Keuangan China Lan Fo'an, People's Bank of China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah investor.

Ia mengungkapkan, "Kedua negara sama-sama bersemangat untuk meningkatkan hubungan ke tingkat yang lebih dekat lagi. Meski demikian, mereka juga menyampaikan pertanyaan sebenarnya seperti apa kondisi Indonesia, tentu saya bisa jelaskan dan yakinkan bahwa kondisi fundamental ekonomi tidak ada masalah."

Melalui rangkaian pertemuan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap dalam kondisi baik dan tidak mengalami masalah.

Penulis :
Leon Weldrick