HOME  ⁄  Nasional

Kemenhan Benarkan Dua Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Penyebabnya Heat Stroke dan Henti Jantung

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenhan Benarkan Dua Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Penyebabnya Heat Stroke dan Henti Jantung
Foto: Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta, pada Rabu 17/6/2026 (sumber: Humas TNI AU)

Pantau - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membenarkan kabar meninggalnya dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Kabar tersebut mencuat setelah informasi mengenai meninggalnya Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq beredar di media sosial pada Senin, 22 Juni 2026.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa tersebut.

Kronologi Meninggalnya Anisa Muyassaroh

Anisa Muyassaroh mengikuti pendidikan latsarmil di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Pada 18 Juni 2026, Anisa mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti pendidikan.

Anisa terlebih dahulu mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit," ungkap Rico.

Setelah menjalani pemeriksaan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, penyebab kematian Anisa adalah heat stroke.

Yonanda Meninggal Akibat Henti Jantung

Yonanda Muhammad Taufiq mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.

Yonanda mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin, 15 Juni 2026.

Setelah kondisinya menurun, Yonanda dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan keterangan medis, Yonanda dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung)," kata Rico.

Kemenhan menegaskan bahwa Anisa, Yonanda, dan seluruh peserta latsarmil telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan.

Seluruh peserta juga telah dinyatakan layak secara kesehatan untuk mengikuti program latsarmil.

Kemenhan menyatakan materi pendidikan latsarmil yang diberikan telah dipastikan aman untuk diikuti warga sipil.

Meski demikian, Kemenhan tetap akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan latsarmil.

Evaluasi tersebut dilakukan agar peserta pada masa mendatang dapat menjalani seluruh materi pendidikan dengan lebih aman dan nyaman.

Kemenhan bersama TNI memastikan akan memberikan perhatian penuh kepada keluarga kedua peserta yang meninggal dunia.

Kemenhan dan TNI juga telah memberikan pendampingan kepada keluarga Anisa dan Yonanda.

"Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku," tegas Rico.

Penulis :
Leon Weldrick