HOME  ⁄  Nasional

Wapres Gibran Meninjau Renovasi SD Negeri 7 Jangka di Bireuen yang Sudah Mencapai 86 Persen Pascabanjir Lumpur

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Wapres Gibran Meninjau Renovasi SD Negeri 7 Jangka di Bireuen yang Sudah Mencapai 86 Persen Pascabanjir Lumpur
Foto: Wapres Gibran Rakabuming meninjau progres renovasi SD Negeri 7 Jangka yang sempat mengalami kerusakan bangunan dan fasilitas belajar akibat banjir lumpur pada November 2025 silam di Kabupaten Bireuen, Aceh pada Kamis 6/8/2026 (sumber: BPMI Setwapres)

Pantau - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming meninjau progres renovasi SD Negeri 7 Jangka di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Kamis (6/8/2026), untuk memastikan pemulihan infrastruktur sekolah pascabanjir lumpur November 2025 terus berjalan sehingga para siswa dapat kembali belajar dengan fasilitas yang aman dan layak.

SD Negeri 7 Jangka sebelumnya mengalami kerusakan pada bangunan serta berbagai fasilitas belajar akibat banjir lumpur yang melanda pada November 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.

Wapres meninjau secara langsung perkembangan renovasi sekolah yang sedang berlangsung serta mendengarkan aspirasi para guru dan pemangku kepentingan mengenai kebutuhan sekolah.

Wapres menegaskan bahwa seluruh kebutuhan sekolah harus segera dipenuhi agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.

"Kebutuhan sekolahnya harus dipenuhi. Mau belajar pakai apa. Nanti dibantu, ya, Pak, dengan Pak Kadisnya (Kepala Dinas)," ungkapnya.

Wapres juga memberikan arahan kepada Kepala SD Negeri 7 Jangka, Mariana, agar seluruh kebutuhan penunjang pembelajaran segera dilengkapi.

"Bu, nanti yang buku-buku segala macam harus dipenuhi, ya," pesannya.

Progres Renovasi Ditargetkan Rampung Oktober 2026

Dalam kesempatan tersebut, Wapres menerima laporan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen, Muslim.

Berdasarkan laporan itu, progres renovasi SD Negeri 7 Jangka telah mencapai 86 persen.

Renovasi sekolah ditargetkan selesai pada Oktober 2026.

Wapres memastikan proses pemulihan benar-benar menjawab kebutuhan sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan optimal bagi para siswa.

Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga pendidik, serta seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pemulihan sekolah.

Menurut Wapres, semangat kolaborasi antarpihak menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Wapres menegaskan bahwa penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang aman dan layak tetap menjadi tanggung jawab negara.

Guru Bersyukur Siswa Kembali Belajar

Pada kesempatan terpisah, Guru Wali Kelas V SD Negeri 7 Jangka, Suhaiman, menjelaskan bahwa sekolah sempat tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar setelah banjir lumpur pada 2025.

Ia mengatakan bencana tersebut mengakibatkan berbagai fasilitas sekolah, seperti meja, kursi, dan buku pelajaran, mengalami kerusakan sehingga tidak lagi dapat digunakan.

Suhaiman menyebut kondisi sekolah kini telah jauh lebih baik setelah proses renovasi sehingga para siswa sudah dapat kembali belajar dengan lebih nyaman.

"Setelah renovasi ini kami sangat bersyukur. Berterima kasih kepada Bapak Wapres yang telah memberikan bantuan kepada kami, terutama fasilitas sekolah maupun renovasi gedung. Alhamdulillah hari ini kami sudah bisa menggunakan kembali. Semua masyarakat, khususnya masyarakat di sini sangat senang, sangat gembira karena siswa-siswa kami sudah bisa belajar seperti dulu lagi," ungkapnya.

Penulis :
Shila Glorya