HOME  ⁄  Nasional

Wamendiktisaintek Stella Christie Dorong Perguruan Tinggi Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Wamendiktisaintek Stella Christie Dorong Perguruan Tinggi Utamakan Kualitas daripada Kuantitas
Foto: Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie memberi keterangan pers setelah menjadi pembicara dalam seminar nasional di Auditorium Putra Sang Fajar, Kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu 19/9/2026 (sumber: ANTARA/Sumarwoto)

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menekankan perguruan tinggi perlu mengutamakan kualitas dalam pengembangan institusi, bukan sekadar mengejar besarnya lembaga maupun jumlah mahasiswa.

Stella menyampaikan pandangan tersebut seusai menjadi pembicara dalam seminar nasional di Auditorium Putra Sang Fajar, Kompleks Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu sore.

Seminar bertema "Sinergi Sains, Teknologi, dan Nilai Kebangsaan dalam Mencetak Generasi Unggul Berdaya Saing Global" itu diselenggarakan Pengurus Cabang Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto bersama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satria Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto.

Stella Dorong STIE Satria Fokus pada Kualitas

Stella secara khusus menyinggung arah pengembangan STIE Satria Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto dengan menempatkan kualitas sebagai prioritas utama.

"STIE Satria akan lebih menuju ke kualitas dan tidak usah mementingkan kuantitas. Jadi bukan besarnya, tetapi kualitasnya," kata Stella.

Menurut Stella, tidak semua perguruan tinggi harus diarahkan menjadi universitas riset karena Indonesia juga memiliki kebutuhan besar terhadap pendidikan vokasi.

"Saya sangat setuju bahwa tidak semuanya itu harus menjadi universitas riset. Kebutuhan vokasi kita sebenarnya sangat-sangat mendalam," ungkapnya.

Kebutuhan terhadap pendidikan vokasi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi STIE Satria Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto dalam menentukan misi dan arah pengembangan institusi.

Stella juga mengapresiasi kualitas pertanyaan dan interaksi peserta selama seminar nasional berlangsung.

Menurut dia, kualitas interaksi tersebut menunjukkan adanya harapan besar terhadap pengembangan pendidikan di lingkungan Al Irsyad Al Islamiyyah.

Tiga Pertanyaan Mendasar bagi Perguruan Tinggi

Stella berharap Al Irsyad Al Islamiyyah memberikan perhatian terhadap tiga pertanyaan mendasar dalam mengembangkan pendidikan tinggi.

Pertanyaan pertama berkaitan dengan bagaimana perguruan tinggi mampu menciptakan ilmu atau pengetahuan.

Pertanyaan kedua menyangkut kemampuan perguruan tinggi dalam mentransmisikan ilmu atau pengetahuan kepada pihak lain.

Pertanyaan ketiga berkaitan dengan kemampuan perguruan tinggi dalam mengkurasi ilmu atau pengetahuan.

"Harapan saya adalah Al Irsyad Al Islamiyyah itu bisa sungguh-sungguh mengutamakan tadi pertanyaan dan memberikan jawaban dari pertanyaan. Bagaimana kita menciptakan ilmu, bagaimana kita mentransmisi ilmu, dan bagaimana kita mengkurasi ilmu," kata Stella.

Stella menilai kemampuan mengkurasi pengetahuan semakin penting di tengah derasnya arus informasi yang diterima masyarakat.

Menurut dia, perguruan tinggi harus mampu menentukan informasi yang penting untuk diketahui sekaligus disebarluaskan kepada masyarakat.

Kemampuan mengkurasi pengetahuan juga diperlukan agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang tidak benar.

Stella menegaskan kualitas perguruan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh besar atau kecilnya ukuran institusi.

Kualitas tersebut juga ditentukan oleh kemampuan perguruan tinggi dalam menciptakan, mentransmisikan, dan mengkurasi pengetahuan secara bermakna.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026