HOME  ⁄  Ekonomi

OJK Percepat Reformasi Pasar Modal Usai MSCI Akui Kemajuan Transparansi Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

OJK Percepat Reformasi Pasar Modal Usai MSCI Akui Kemajuan Transparansi Indonesia
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi memaparkan materi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Mei 2026 secara daring di Jakarta, Jumat (5/6/2026). ANTARA/Rizka Khaerunnisa/aa..)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan melanjutkan, memperkuat, dan mengakselerasi reformasi pasar modal Indonesia setelah MSCI memberikan pengakuan terhadap berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan regulator dan pelaku pasar.

OJK menilai pengakuan tersebut menjadi sinyal positif bagi kredibilitas dan daya tarik investasi pasar modal Indonesia di mata investor global.

MSCI Akui Kemajuan Reformasi Pasar Modal

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyambut positif hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang mengapresiasi sejumlah agenda reformasi pasar modal Indonesia.

"Hal ini menunjukkan bagaimana capaian reformasi kita mendapat recognition yang berarti, sehingga semakin mengukuhkan kredibilitas dan investability pasar modal dalam negeri," ungkap Hasan.

Pengakuan MSCI mencakup peningkatan transparansi pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen, klasifikasi investor yang lebih rinci, penerapan kerangka kerja High Shareholders Concentration (HSC), serta peta jalan peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen.

Hasan menegaskan OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus menjalankan reformasi secara konsisten dan memperkuat seluruh program yang telah berjalan.

OJK Perluas Komunikasi dengan Investor Global

OJK juga akan meningkatkan komunikasi dan engagement dengan penyedia indeks global serta investor internasional untuk memastikan perkembangan reformasi dapat dipahami secara menyeluruh.

Selain itu, OJK akan melakukan komunikasi berkala dengan investor institusi global yang difasilitasi berbagai lembaga internasional.

"Di samping itu, kita juga membuka ruang untuk menerima masukan serta mendapatkan feedback yang membantu kita melakukan penguatan dalam berbagai aspek di pasar modal," ujar Hasan.

Menurutnya, pengakuan MSCI dapat menjadi modal penting bagi pertumbuhan pasar modal Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan fondasi transparansi, tata kelola, dan integritas yang semakin baik.

"Dengan demikian, pasar modal Indonesia akan semakin berperan sebagai penggerak utama pembentukan modal jangka panjang dan pusat investasi yang terpercaya, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan nasional," katanya.

Status Emerging Market Tetap Dipertahankan

Dalam pengumuman terbaru, MSCI menyatakan belum mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia sehingga tetap berada dalam kategori Emerging Market.

Meski demikian, MSCI menegaskan akan terus memantau cakupan, konsistensi, dan efektivitas implementasi reformasi hingga Tinjauan Indeks MSCI pada November 2026.

"Meskipun pengumuman ini merupakan langkah ke arah yang benar, yang penting bagi investor institusional internasional adalah implementasi yang konsisten dan efek berkelanjutan dari langkah-langkah ini di seluruh pasar," tulis MSCI.

MSCI juga mengingatkan bahwa apabila kemajuan yang memadai tidak terlihat hingga November 2026, lembaga tersebut dapat mempertimbangkan berbagai opsi termasuk konsultasi terkait kemungkinan reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Penulis :
Ahmad Yusuf