
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta teknologi digital dalam sektor pertanian guna mempercepat pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan.
Teknologi Dinilai Jadi Kunci Pertanian Rendah Emisi
Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari mengatakan teknologi digital menjadi salah satu solusi penting untuk mendukung transformasi pertanian menuju sistem produksi pangan yang lebih efisien dan rendah emisi.
"Berbagai inovasi saat ini telah tersedia untuk membantu petani mengurangi emisi sekaligus meningkatkan produktivitas usaha tani," kata Puji Lestari dalam acara pertukaran pengetahuan tentang teknologi mutakhir untuk sistem padi dan peternakan rendah emisi FSIP-FOLUR Dialog Global Kedua tentang Transformasi Beras Berkelanjutan di Sanur, Bali, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan sejumlah teknologi yang mulai berkembang meliputi metode pengairan berselang pada sawah, peningkatan efisiensi penggunaan pupuk, pemanfaatan varietas unggul, teknologi penginderaan jauh, hingga sistem pemantauan emisi berbasis AI.
"Berita baiknya, berbagai alat dan teknologi untuk mendukung pertanian rendah emisi saat ini sudah tersedia dan semakin mudah diakses," ujarnya.
Puji menambahkan teknologi digital juga dapat mendukung sistem Monitoring, Reporting and Verification (MRV) yang lebih akurat dan mudah diterapkan, termasuk oleh petani skala kecil.
Tantangan Masih Ada pada Akses dan Kapasitas Petani
Menurut Puji, keberhasilan penerapan teknologi tidak hanya bergantung pada ketersediaan inovasi, tetapi juga memerlukan dukungan investasi, penyesuaian dengan kondisi lokal, dan kebijakan yang mampu memperluas penerapan teknologi dari tahap percontohan ke skala yang lebih luas.
Ia menilai salah satu tantangan utama saat ini adalah masih terbatasnya pengetahuan dan kapasitas petani dalam mengakses serta memanfaatkan teknologi yang tersedia.
Selain itu, perbedaan sistem pelaporan emisi antarnegara juga menjadi hambatan dalam mengukur dampak pengurangan emisi secara lebih terstandarisasi.
Melalui forum tersebut, BRIN mendorong kolaborasi negara-negara Asia dan Afrika untuk berbagi pengalaman dalam penerapan teknologi pertanian rendah emisi, termasuk pengembangan sistem digital guna mendukung pencapaian target iklim global.
Puji menegaskan inovasi teknologi harus dapat menjangkau petani secara langsung agar transformasi pertanian rendah emisi berjalan lebih cepat serta memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





