HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Operator 1.700 SPBU di California Digugat, AI Diduga Digunakan untuk Naikkan Harga BBM

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Operator 1.700 SPBU di California Digugat, AI Diduga Digunakan untuk Naikkan Harga BBM
Foto: (Sumber : Ilustrasi pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). (ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga).)

Pantau - Sejumlah warga California menggugat operator lebih dari 1.700 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) karena diduga menggunakan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengoordinasikan dan menaikkan harga bahan bakar secara tidak wajar, yang berpotensi merugikan konsumen hingga jutaan dolar setiap tahun.

Gugatan yang diajukan ke pengadilan federal di Sacramento pada 22 Juni 2026 itu menargetkan Walmart, Marathon Petroleum, BP, 7-Eleven, serta perusahaan penyedia perangkat lunak penetapan harga bahan bakar Kalibrate Fuel Systems.

Para penggugat menuduh platform berbasis AI milik Kalibrate digunakan untuk menyesuaikan harga bahan bakar secara otomatis dengan memanfaatkan data pasar rahasia yang dibagikan di antara para peritel yang berpartisipasi.

AI Diduga Mendorong Kenaikan Harga Bensin dan Solar

Menurut isi gugatan, sistem tersebut membantu operator menaikkan harga bensin hingga 22 sen per galon dan harga solar hingga 33 sen per galon.

Para penggugat memperkirakan setiap kenaikan satu sen harga bahan bakar dapat membebani pengendara di California sekitar 134 juta dolar AS atau setara Rp2,39 triliun per tahun.

"Saat keluarga-keluarga kesulitan membiayai perjalanan mereka ke tempat kerja, para tergugat telah bersekongkol untuk mengakhiri persaingan, bergabung dalam sebuah kelompok berbasis AI guna memastikan bahwa ke mana pun pengendara pergi, harga bensin tetap tinggi secara artifisial," demikian bunyi gugatan tersebut.

Saat ini harga bensin reguler di California mencapai 5,56 dolar AS per galon, sementara bensin premium mencapai 5,95 dolar AS per galon atau setara sekitar Rp26 ribu hingga Rp28 ribu per liter.

Jadi Ujian Hukum Penting Penggunaan AI

Kasus ini menjadi salah satu tantangan hukum terbesar terhadap penggunaan AI dalam penetapan harga setelah California memberlakukan Undang-Undang AB 325 pada 2025.

Aturan tersebut melarang penggunaan algoritma penetapan harga bersama yang berpotensi memfasilitasi praktik anti-persaingan di pasar.

Gugatan ini juga muncul beberapa pekan setelah otoritas California mengeluarkan surat panggilan kepada sejumlah operator SPBU sebagai bagian dari penyelidikan terkait tingginya harga bahan bakar di negara bagian tersebut.

Meski demikian, tuduhan yang diajukan para penggugat masih belum terbukti di pengadilan.

Kalibrate membantah tudingan tersebut dan menegaskan sistem AI yang digunakan masing-masing peritel beroperasi secara terpisah.

"Setiap instansi AI milik peritel sepenuhnya terpisah, tanpa data atau model yang dibagikan bersama, dan tanpa interaksi antar-pesaing," tulis Kalibrate melalui situs resminya.

Sementara itu, Walmart menyatakan tengah meninjau gugatan tersebut dan akan memberikan tanggapan melalui jalur hukum, sedangkan BP menolak berkomentar.

Penulis :
Aditya Yohan