HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Batasi Penjualan BBM di Sejumlah Wilayah Akibat Lonjakan Permintaan dan Gangguan Pasokan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rusia Batasi Penjualan BBM di Sejumlah Wilayah Akibat Lonjakan Permintaan dan Gangguan Pasokan
Foto: (Sumber :Arsip foto - Foto suasana sekitar Kremlin di Moskow, Rusia, Kamis (10/3/2022). ANTARA/Xinhua/Bai Xueqi/aa.)

Pantau - Pemerintah Rusia memberlakukan pembatasan sementara penjualan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah menyusul lonjakan permintaan dan gangguan pasokan yang dipicu serangan drone terhadap fasilitas kilang minyak negara tersebut.

Pembatasan mulai diterapkan di beberapa daerah seperti Saratov, Omsk, dan Voronezh dengan batas pembelian bensin dan solar yang berbeda untuk setiap kendaraan guna menjaga stabilitas pasokan domestik.

Gubernur Saratov Roman Busargin mengatakan penjualan bensin kepada pelanggan individu dibatasi maksimal 30 liter per kendaraan mulai 23 hingga 30 Juni 2026.

"Langkah paksa ini diperlukan untuk mengurangi kehebohan yang tidak berdasar dan kemungkinan spekulasi di pasar bahan bakar," ungkap Busargin.

Di wilayah Omsk, pemerintah setempat membatasi pembelian hingga 40 liter bensin dan 80 liter solar per kendaraan untuk mencegah lonjakan permintaan yang dianggap tidak wajar.

Gubernur Omsk Vitaly Khotsenko menjelaskan bahan bakar hanya boleh diisi langsung ke tangki kendaraan selama masa pembatasan berlangsung.

"Di SPBU jalan raya, batasnya adalah 40 liter bensin dan 200 liter bahan bakar diesel. Pembatasan ini tidak berlaku untuk LPG (gas minyak cair)," ujarnya.

Sementara itu, pemerintah wilayah Voronezh menetapkan batas pembelian 30 liter bensin dan 60 liter solar per kendaraan di SPBU reguler mulai 23 Juni.

Menurut otoritas setempat, stok BBM sebenarnya masih tersedia di jaringan SPBU federal, namun sejumlah gangguan distribusi dan tingginya permintaan menyebabkan pasokan di beberapa lokasi mengalami tekanan.

"Saat ini, persediaan AI-95, AI-92, dan bahan bakar diesel yang cukup masih tersedia di SPBU federal. Kekurangan stok sementara di SPBU tertentu disebabkan oleh masalah logistik dan peningkatan permintaan," demikian pernyataan pemerintah Voronezh.

Pembatasan BBM terjadi setelah sejumlah kilang minyak Rusia terdampak serangan drone yang diklaim dilakukan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah Rusia sebelumnya juga menerapkan pembatasan serupa di Krimea dan wilayah Tver sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Produsen minyak Tatneft turut membatasi sementara penjualan BBM di jaringan SPBU miliknya setelah kilang TANECO di Tatarstan dilaporkan menjadi sasaran serangan pesawat nirawak pada 12 Juni.

Menurut klaim Staf Umum Ukraina, pasukan mereka telah menyerang 16 kilang minyak dan terminal bahan bakar utama Rusia yang menyebabkan lebih dari 30 persen kapasitas penyulingan negara tersebut tidak beroperasi.

Langkah pembatasan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan BBM bagi kebutuhan domestik Rusia hingga kondisi pasokan kembali stabil.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf