HOME  ⁄  Nasional

Gubernur Jambi Optimistis Pengalihan Blok Migas Tapah Mampu Tingkatkan Produksi Minyak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Gubernur Jambi Optimistis Pengalihan Blok Migas Tapah Mampu Tingkatkan Produksi Minyak
Foto: (Sumber :Gubernur Jambi Al Haris saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Jambi, Selasa (23/6/2026). ANTARA/Agus Suprayitno.)

Pantau - Gubernur Jambi Al Haris berharap pengalihan pengelolaan Wilayah Kerja (WK) migas Tapah dari PetroChina International Jabung Ltd kepada Golden Heaven Jaya Tapah Indonesia dapat mendongkrak produksi minyak serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Al Haris di Kota Jambi, Selasa (23/6/2026), setelah pengelolaan blok migas yang berada di wilayah Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan resmi beralih ke operator baru.

"Kita berharap ke depan mudah-mudahan di bawah kendali perusahaan baru di blok Tapah, lifting minyak di lokasi tersebut bisa meningkat," ungkapnya.

Menurut Al Haris, setelah masa kontrak PetroChina berakhir, pengelolaan wilayah kerja tersebut dikembalikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui SKK Migas sebelum akhirnya diserahkan kepada perusahaan baru.

Selain peningkatan produksi minyak, Pemerintah Provinsi Jambi berharap pengelola baru dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Langkah tersebut dinilai penting agar keberadaan industri migas mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga di sekitar wilayah operasi.

Manajemen Golden Heaven Jaya Tapah Indonesia menyatakan siap mengoptimalkan potensi sumber daya migas yang ada di blok tersebut.

Perusahaan memperkirakan potensi sumber daya migas di WK Tapah mencapai sekitar 400 juta barel setara minyak.

Perwakilan manajemen Golden Heaven Jaya Tapah Indonesia, Fatah Riani Abdul Rahman, mengatakan perusahaan akan memulai tahapan peninjauan lapangan dan survei eksplorasi seismik tiga dimensi atau 3D untuk mencari potensi cadangan baru.

Setelah proses kesepakatan dan persiapan selesai, perusahaan akan melanjutkan pembangunan infrastruktur dan persiapan produksi.

Kegiatan tersebut direncanakan dimulai pada tahun depan dengan target produksi komersial paling cepat pada 2027 atau awal 2028.

"Kita melanjutkan, dan akan mengembangkan lagi untuk menaikkan produksi," ujarnya.

Dalam jangka panjang, perusahaan menargetkan produksi minyak di WK Tapah dapat menembus lebih dari 2.000 barel per hari dengan dukungan teknologi terbaru dan pemanfaatan data eksplorasi yang lebih lengkap.

Manajemen juga memastikan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pengembangan industri migas tersebut sejalan dengan harapan pemerintah daerah.

Penulis :
Aditya Yohan