
Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan akan segera membentuk tim khusus untuk mengawasi proses pengadaan batu bara PT PLN (Persero) guna mencegah terulangnya persoalan pasokan yang berpotensi mengganggu ketahanan energi nasional.
Bahlil menyampaikan langkah tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Bahlil, persoalan pasokan batu bara yang dialami PLN bukan kali pertama terjadi karena kasus serupa juga pernah muncul pada 2022.
Ia menegaskan pengawasan yang lebih ketat diperlukan agar pengadaan batu bara berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan pembangkit listrik nasional tetap terpenuhi.
Ia mengungkapkan, "Kami dari pihak regulator melihat kalau ini tidak diawasi, kita tidak mau lagi seperti ini terus. Makanya saya membentuk tim. Tim pengadaannya itu dari PLN, Direktur Jenderal Batu Bara, BPKP, Inspektur Jenderal".
Tim Libatkan PLN, BPKP, dan Inspektur Jenderal
Tim pengawasan pengadaan batu bara akan melibatkan berbagai unsur untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan transparansi dalam proses pengadaan.
Anggota tim terdiri dari perwakilan PLN, Direktur Jenderal Batu Bara, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Inspektur Jenderal.
Pemerintah juga membuka kemungkinan melibatkan aparat penegak hukum dalam proses pendampingan pengadaan batu bara.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pengadaan berjalan sesuai aturan dan mencegah praktik yang merugikan negara.
Bahlil mengatakan, "Tidak menutup kemungkinan kita melibatkan juga pendampingan dari para penegak hukum, agar hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi".
PLN Laporkan Kondisi Kelistrikan Jawa Mulai Membaik
Pada hari yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo bersama jajaran mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan tersebut, PLN melaporkan perkembangan penanganan pemadaman bergilir yang terjadi di Pulau Jawa.
Sebelum bertemu Presiden, Darmawan menyampaikan kepada media bahwa kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik.
Ia menjelaskan pemadaman bergilir yang terjadi pada pekan sebelumnya berhasil diminimalkan sejak Minggu, 21 Juni 2026.
Perbaikan kondisi sistem kelistrikan didukung oleh mulai mengalirnya pasokan energi primer yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit milik PLN maupun mitra Independent Power Producer (IPP).
Darmawan juga menyampaikan bahwa satu pembangkit listrik besar milik mitra yang sebelumnya mengalami kendala teknis telah berhasil dipulihkan.
Pembangkit tersebut kembali tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu malam.
Setelah kembali beroperasi, pembangkit itu kembali memasok listrik ke sistem kelistrikan Pulau Jawa.
Pemerintah berharap pengawasan yang lebih ketat terhadap pengadaan batu bara dapat menjaga keandalan pasokan energi dan mencegah gangguan listrik serupa di masa mendatang.
- Penulis :
- Leon Weldrick





