
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), berkomitmen menanamkan investasi sekitar 350 juta dolar AS di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang untuk membangun fasilitas produksi precursor cathode active material (PCAM) yang diproyeksikan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja selama masa konstruksi.
Pembangunan pabrik tersebut direncanakan mulai pada 2027 dan dinilai sejalan dengan arah pengembangan energi terbarukan di Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap hasil produksi pabrik tidak hanya ditujukan untuk pasar ekspor, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri.
Ia mengungkapkan, "Kalau bisa, energi terbarukan seperti solar panel pemanfaatannya tidak hanya berorientasi ekspor, tetapi juga digunakan di dalam negeri, khususnya di Jateng."
Menurut Ahmad Luthfi, pasar energi terbarukan dan kendaraan listrik di Jawa Tengah memiliki potensi besar karena provinsi tersebut memiliki sekitar 38 juta penduduk yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus mendorong pemanfaatan panel surya pada gedung-gedung pemerintahan.
Selain itu, pemerintah daerah menjajaki penggunaan panel surya di kawasan waduk dan danau.
Ke depan, moda transportasi umum di Jawa Tengah diarahkan beralih menggunakan kendaraan listrik.
Ahmad Luthfi mengatakan, "Kalau bisa, kebutuhan itu tidak hanya ditarik keluar, tetapi industri-industri kita juga mendapatkan pasokannya dari sana sehingga dapat menggerakkan industri di dalam negeri."
Tahap Rekayasa dan Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Chairman PBT Stephen Wilmot mengatakan perusahaannya saat ini sedang mengerjakan tahap rekayasa sebagai persiapan pembangunan pabrik.
Ia mengungkapkan pembangunan pabrik diharapkan mulai pada tahun depan.
Setelah beroperasi, pabrik tersebut diperkirakan membutuhkan sekitar 200 pekerja tetap.
Jumlah tersebut belum termasuk tenaga kerja pada sektor pendukung seperti logistik, angkutan, dan pengiriman.
PBT menyatakan akan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal.
Perusahaan juga akan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat setempat agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri baterai.
Stephen Wilmot mengatakan, "Kami tidak ingin mendatangkan tenaga kerja dari negara lain. Kami ingin melatih masyarakat lokal agar dapat bekerja di pabrik kami."
Proyek Terbesar PBT dan Penguatan Industri Baterai
Stephen Wilmot menyebut proyek di Jawa Tengah merupakan investasi terbesar yang pernah dilakukan PBT.
Skala pabrik di Batang diperkirakan lebih dari empat kali lipat dibandingkan fasilitas pemurnian milik PBT di Jerman.
Pabrik tersebut diproyeksikan menghasilkan pendapatan sekitar 900 juta dolar AS per tahun, meski realisasinya akan bergantung pada perkembangan harga nikel.
PBT berencana menggunakan bahan baku nikel dari Indonesia untuk membangun rantai nilai industri baterai secara menyeluruh.
Material yang dihasilkan akan digunakan untuk baterai bus, baterai mobil, serta sistem penyimpanan energi pada jaringan listrik.
Stephen Wilmot mengatakan, “Kami ingin membangun seluruh rantai nilai kendaraan listrik, termasuk pengelolaan baterai yang telah mencapai akhir masa pakainya. Kami ingin melakukan daur ulang untuk memastikan tidak muncul persoalan lingkungan.”
- Penulis :
- Arian Mesa



